Kutai Kartanegara, linimasa.co – Di aliran sungai Mahakam di Muara Muntai, terdapat ruang air yang dikenal sungai Mahakam Mati. Dulunya di lokasi ini tersentuh aliran air sungai dan menjadi bagian dari sungai Mahakam.
Disebut Sungai Mahakam Mati karena tidak lagi dialiri air dari sungai Mahakam. Ruang air yang mirip selat dari sungai mahakam ini airnya tenang, mirip danau.
Lokasinya luas. Lebarnya hampir sama seperti sungai Mahakam yang dapat dilalui kapal-kapal besar seperti kapal ponton batu bara
Karakter airnya pun sekarang berbeda dengan sungai Mahakam.
Sungai Mahakam Mati ini bertepat di Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Terdapat satu RT yang mendiami wilayah ini dengan jumlah penduduk 28 KK. Mayoritas penduduknya adalah nelayan. Banyak keramba yang didirikan disekitar sungai Mahakam Mati oleh masyarakat.
Suwandi, Kepala Desa Batuq menyebut terisolasinya sungai Mahakam Mati ini dari sungai Mahakam ini sejak tahun 1990-an.
“Awal mulanya dari sebelum tahun 2000an, tepatnya 1995. Akses aliran air ini tertutup longsor,” terangnya.
Air yang tenang, pemandangan hutan hijau yang lebat di sisi-sisinya yang menarik. Kepala Desa Batuq berharap lokasi ini bisa menjadi daya tarik parawisata baru.
Pewarta Rofi












































