Tenggarong, linimasa.co – Suasana malam di Pendopo Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara semakin hening. Jarum jam sudah melewati angka 9. Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah lalu meraih ubi rebus yang dihidangkan di depannya. Hidangan khas warga desa itu jadi tampak nikmat saat malam sedang beranjak larut.
Di depannya, belasan pemuda desa sedang memaparkan rencana kreatif mereka. Malam itu, Selasa (15/12/2020), diskusi berlangsung menarik karena banyak ide yang sedang dibahas.
“Diskusi juga berkaitan persiapan pemindahan ibu kota negara ke Kaltim yang lokasinya di Kutai Kartanegara. Mereka juga berbicara jika IKN terbentuk, generasi milenial harus bisa bersaing. Ini kan luar biasa,” kata Edi usai diskusi kepada wartawan.
Meski dengan hidangan sederhana, namun suasana keakraban semakin terasa. Para pemuda atau generasi milenial di kecamatan yang tak punya akses darat itu tak canggung menyampaikan gagasan mereka.
Edi Damansyah merespon baik usulan tersebut. Apalagi, generasi milenial Kutai Kartanegara, sudah mampu memikirkan masa depannya. Padahal, Kecamatan Muara Muntai masih cukup jauh dari kehidupan perkotaan. Meski demikian, kondisi itu tak menghalangi para pemuda untuk berkreatifitas.
“Kutai Kartanegara sudah diakui sebagai salah satu kota kreatif. Dari itu kita berencana akan membuat Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai kabupaten kaya festival,” ungkap Edi.
Meski jauh dari perkotaan dengan fasilitas seadanya, tak membuat Edi Damansyah menyegerakan kepulangannya. Dia tetap menginap di Kecamatan Muara Muntai. Pilihan itu diambil agar diskusi dengan segala lapisan masyarakat bisa dijadikan acuan pembangunan di periode keduanya nanti.
Keesokan harinya, Edi Damansyah berdiskusi dengan tokoh masyarakat setempat sambal menikmati sarapan. Lokasinya pun unik. Pelabuhan Muara Muntai jadi tempat diskusi.
Jangan bayangkan sarapan sebagai teman diskusi itu seperti sarapan masyarakat perkotaan. Tersaji di meja ada singkong rebus, ikan asin dan sambal.
“Itu makanan terenak di pagi hari bagi warga Kutai,” kata Anggota DPRD Kutai Kartanegara Sopan Sopian.
Sopian pun ikut berdiskusi, membahas banyak hal seperti kebijakan pembangunan dan rencana masa depan.
“Suasananya sangat cair karena lokasinya pun di atas dermaga yang kebetulan lagi sepi kapal,” sambung Sopian.

Dermaga kecil itu memang menjadi aktivitas sehari-hari warga Kecamatan Muara Muntai untuk beraktivitas, baik untuk transportasi orang maupun barang. Pelabuhan itu kemudian disulap agar bisa jadi tempat diskusi yang baik.
“Bagi saya, Edi Damansyah ini orangnya memang sederhana. Bahkan sempat ingin menginap di rumah apung,” ujar Sopian.
Karena kondisi rumah apung kurang besar untuk dijadikan tempat istirahat, Edi Damansyah menginap di pendopo Kecamatan Muara Muntai. Bisa saja Edi Damansyah menginap di salah satu penginapan yang berada di pusat kecamatan.
“Namun beliau lebih memilih menginap di fasilitas dinas yang ada,” sambung Sopian.
Kedekatan bupati dengan masyarakat ini, sambung Sopian, sudah terbangun sejak lama. Bukan sekedar bumbu kampanye, sebab masa Pilkada sudah lewat.
“Banyak aspirasi yang bisa diserap dengan suasana santai dan penuh keakraban. Masyarakat bisa menyampaikan aspirasi tanpa harus takut,” ujarnya.
Pewarta Awal | Editor Syahir













































