SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat memulihkan aktivitas perdagangan di Pasar Segiri pascakebakaran yang terjadi pada Maret 2026 lalu. Sebanyak 142 kios sementara kini telah selesai dibangun dan siap digunakan para pedagang terdampak sebagai langkah percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung pembangunan kios non permanen yang berada di area bekas kebakaran. Pembangunan tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar 30 hari menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1,1 miliar.
Pasar Segiri sendiri merupakan salah satu pusat distribusi bahan pokok utama di Kota Samarinda, sehingga percepatan pemulihan menjadi prioritas guna menjaga stabilitas pasokan dan aktivitas ekonomi warga.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota mengapresiasi hasil penataan kios sementara yang dinilai lebih tertib dan nyaman dibanding kondisi sebelumnya.
“Pekerjaannya rapi. Kalau dibandingkan sebelum kebakaran, kondisinya kumuh. Sekarang sudah jauh lebih baik dan akan terus kita tata,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa langkah cepat pemerintah merupakan bentuk keberpihakan kepada para pedagang yang terdampak musibah sekaligus upaya menjaga roda perekonomian tetap berjalan. Menurutnya, percepatan pembangunan kios tidak lepas dari kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Perdagangan, Dinas PUPR, hingga pengelola pasar.
“Belum terasa lama sejak kebakaran, hari ini pasar sudah siap kembali ditempati. Pedagang juga bersyukur bisa kembali berjualan,” tambahnya.
Selain fokus pada pemulihan jangka pendek, Pemerintah Kota Samarinda juga telah menyiapkan rencana revitalisasi menyeluruh Pasar Segiri. Namun, pelaksanaannya masih menyesuaikan kemampuan fiskal daerah dan direncanakan mulai direalisasikan pada 2027.
Wali Kota turut mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas pasar serta meningkatkan kedisiplinan guna mencegah potensi kebakaran di masa mendatang.
“Pasar ini tanggung jawab bersama. Perilaku pedagang juga harus lebih disiplin, dan UPT wajib melakukan pembinaan,” tegasnya.
Keberadaan kios sementara ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan sambil menunggu proses revitalisasi pasar secara menyeluruh. Pemerintah Kota Samarinda pun menargetkan Pasar Segiri ke depan menjadi kawasan perdagangan yang lebih bersih, tertata, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (adv)














































