SAMARINDA – Komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam memperkuat ekonomi kreatif dan mempercepat transformasi digital kembali mendapat perhatian di tingkat nasional. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, tampil sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Program Studi Desain Produk Industri Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Politeknik Negeri Samarinda, Kamis (7/5/2026).
Forum nasional yang mengangkat tema kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, asosiasi desainer, dan pemerintah tersebut dihadiri akademisi serta praktisi desain produk dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran Wali Kota Samarinda dalam kegiatan itu sekaligus menunjukkan peran aktif Kota Samarinda dalam mendukung pengembangan industri kreatif nasional.
Dalam paparannya, Andi Harun menegaskan pentingnya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang saling terhubung antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku industri, dan komunitas kreatif.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak kolaborasi untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif.
“Ekonomi kreatif membutuhkan ekosistem yang terintegrasi agar mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menyebut sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun juga menegaskan kesiapan Samarinda dan Kalimantan Timur mengambil peran strategis dalam pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya melalui kontribusi para pelaku industri kreatif lokal.
Menurutnya, keberadaan IKN menjadi peluang besar bagi daerah untuk menampilkan potensi kreatif dan inovasi lokal di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor kreatif, Pemerintah Kota Samarinda terus mendorong pembangunan berbagai fasilitas penunjang, seperti design center, laboratorium kreatif, hingga inkubator industri.
Selain membahas ekonomi kreatif, Wali Kota juga memaparkan langkah transformasi digital yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Samarinda. Salah satunya melalui pembangunan sistem pemerintahan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang ditargetkan berjalan penuh pada 2028.
Saat ini, Pemkot Samarinda mulai mengembangkan integrasi layanan kesehatan digital yang menghubungkan puskesmas dan rumah sakit dalam satu sistem terpadu guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Transformasi digital menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan modern yang lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Andi Harun turut menyinggung keberhasilan sejumlah negara seperti Korea Selatan, Singapura, dan Inggris dalam membangun industri kreatif berbasis inovasi dan kolaborasi.
Ia berharap semangat serupa dapat diterapkan di Samarinda agar sektor kreatif lokal mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang membanggakan daerah.
Menutup paparannya, Andi Harun menegaskan komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk terus mendorong konektivitas, kolaborasi, dan inovasi dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. (adv)














































