SAMARINDA – Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 yang resmi dibuka di Kampus Pusjar SKPP LAN, Samarinda. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI tersebut akan berlangsung hingga September 2026.
Dalam pelatihan tersebut, Neneng bersama sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda turut ambil bagian guna memperkuat kapasitas kepemimpinan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut Neneng, PKN Tingkat II menjadi ruang penting untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta memperkuat nilai-nilai kepemimpinan bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Bagi saya PKN TK II ini merupakan kesempatan untuk pengayaan wawasan dengan berinteraksi dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Peserta datang dari Aceh sampai Papua, semua terwakili,” ujarnya.
Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Neneng juga dipercaya memimpin pembacaan Pakta Integritas peserta. Ia menilai pelatihan kepemimpinan tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas manajerial, tetapi juga pembentukan karakter pemimpin yang beretika dan berintegritas.
“Kita juga saling mengingatkan dan memperbaiki, dengan tujuan akhirnya adalah kebaikan bersama, sekaligus membentuk komunitas pemimpin yang pembelajar dan penuh nilai etika,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab menghadirkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat. Karena itu, pelatihan kepemimpinan diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang inovatif, adaptif, dan berakhlak.
Sementara itu, Kepala Pusjar SKPP LAN, Rahmat, menjelaskan bahwa PKN Tingkat II bertujuan meningkatkan kompetensi kepemimpinan strategis bagi pejabat pimpinan tinggi pratama, terutama dalam mendukung akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Pelatihan ini diikuti 66 peserta dari berbagai instansi dan daerah di Indonesia, termasuk perwakilan kementerian dan sejumlah pemerintah daerah.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, dalam sambutannya menekankan pentingnya kepemimpinan yang responsif dan mampu menjawab tantangan perubahan.
“Kita berada dalam situasi penuh tantangan. Diperlukan pemimpin yang responsif, tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu memberikan solusi yang tepat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Utama LAN RI, Andi Taufik, yang mengajak seluruh peserta mengikuti proses pembelajaran secara maksimal sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan pengembangan jejaring kerja antardaerah.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menghadirkan inovasi dan semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di instansi masing-masing. (adv)














































