KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meresmikan Rumah Rehabilitasi Gizi Stunting di Kecamatan Sangatta Utara sebagai bagian dari langkah konkret percepatan penurunan angka stunting di daerah. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, Senin (9/2/2026).
Fasilitas ini dihadirkan untuk memberikan penanganan terintegrasi bagi balita dan kelompok rentan yang berisiko mengalami stunting, sekaligus memperkuat sistem pemantauan dan rehabilitasi gizi secara terarah.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang mendukung terwujudnya pembangunan fasilitas tersebut. Ia menilai keberadaan Rumah Rehabilitasi Gizi akan membuat proses intervensi gizi menjadi lebih sistematis dan terukur.
“Saya berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat rehabilitasi gizi yang terintegrasi,” ujarnya.
Bangunan tersebut merupakan hasil renovasi eks Balai Pertemuan Umum (BPU) Sangatta Utara yang berdiri di atas lahan seluas 10 x 20 meter persegi. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang layanan kesehatan, kamar khusus anak laki-laki dan perempuan, dapur, serta toilet. Proyek renovasi ini menelan anggaran sebesar Rp450 juta yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Bupati juga mendorong agar optimalisasi dana CSR terus diarahkan pada program-program kemanusiaan, termasuk upaya penanganan stunting. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus diiringi dengan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan keluarga.
“Permasalahan stunting sering berkaitan dengan sanitasi dan kebersihan lingkungan. Kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari rumah,” tegasnya.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah, menjelaskan bahwa Rumah Rehabilitasi Gizi merupakan inovasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Jika sebelumnya distribusi makanan tambahan dilakukan dengan mendatangi rumah warga, kini anak-anak berisiko stunting dapat memperoleh pendampingan, perawatan, serta edukasi gizi secara terpusat di fasilitas tersebut.
Dukungan serupa disampaikan Act. Manager Community Empowerment PT KPC, Felly Lung, yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program penurunan stunting. Ia menyebut proses renovasi dilaksanakan secara intensif sejak akhir Desember 2025 dan rampung pada 26 Januari 2026.
“Kami berharap fasilitas ini memberi manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam mencetak generasi yang lebih sehat,” katanya.
Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bappeda Januar Bayu Irawan, Kepala Dinas Kesehatan Yuana Sri Kurniawati, Sekretaris DPPKB Jumran, Kabag Kesra Nor Hadi, Kepala KUA Muhammad Taher, serta unsur Forkopimcam.
Dengan beroperasinya Rumah Rehabilitasi Gizi, Pemkab Kutim menegaskan komitmennya menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas pembangunan, melalui pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan layanan kesehatan, edukasi nutrisi, serta dukungan keluarga dalam masa tumbuh kembang anak. (adv)














































