SAMARINDA – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Samarinda Kota resmi dimulai sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan di kalangan generasi muda. Kegiatan yang berlangsung sejak 3 hingga 5 April 2026 ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kelurahan.
Pembukaan MTQ dilakukan oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, di Aula SDN 007 Jalan Aminah Syukur. Tahun ini, Kelurahan Karang Mumus dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan.
Sebanyak 93 qori dan qoriah turut ambil bagian dalam ajang tersebut, mewakili lima kelurahan, yakni Bugis, Karang Mumus, Pelabuhan, Pasar Pagi, dan Sungai Pinang Luar. Selain sebagai kompetisi, MTQ ini juga menjadi sarana seleksi peserta terbaik yang akan melaju ke tingkat kota.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa MTQ tidak hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan, melainkan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang terus diamalkan, tidak hanya saat momentum lomba.
Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan yang dimulai dari lingkungan keluarga, musala, hingga masjid. Dengan demikian, kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat tumbuh secara konsisten sejak usia dini.
Pemerintah Kota Samarinda juga memberikan apresiasi kepada peserta berprestasi sebagai bentuk motivasi. Diharapkan, melalui MTQ ini, generasi muda semakin terdorong untuk membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan ini, Pemerintah Kota Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter religius masyarakat sekaligus mencetak generasi Qurani yang berakhlak dan berdaya saing. (adv)














































