SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memaparkan capaian dan strategi dalam menekan angka pengangguran pada ajang penilaian kinerja pemerintah daerah yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri bersama Tempo. Presentasi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara virtual dari Balai Kota, Rabu (1/4/2026).
Dalam paparannya, Wali Kota menjelaskan bahwa pembangunan Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang positif. Hal ini ditandai dengan pergeseran struktur ekonomi dari sektor pertambangan menuju sektor konstruksi, perdagangan, dan jasa yang dinilai lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Perubahan ini menjadi indikator bahwa kebijakan pembangunan yang dijalankan telah berada pada jalur yang tepat,” ujarnya.
Sebagai kota penyangga dan mitra strategis Ibu Kota Nusantara, Samarinda terus berupaya memperkuat daya saing daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 8,66 persen, serta penurunan angka kemiskinan dari 4,30 persen pada 2024 menjadi 3,45 persen pada 2025.
Meski demikian, tantangan pengangguran masih menjadi perhatian. Untuk mengatasinya, Pemkot Samarinda menerapkan pendekatan ketenagakerjaan berbasis kebutuhan pasar (market driven), dengan mengidentifikasi kebutuhan industri sebagai dasar penyusunan program pelatihan.
“Pelatihan tenaga kerja harus selaras dengan kebutuhan dunia usaha agar mampu meningkatkan serapan tenaga kerja secara signifikan,” jelasnya.
Implementasi strategi tersebut terlihat pada penyediaan pelatihan tenaga kerja di Balai Latihan Kerja (BLK), khususnya dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada sektor konstruksi dan jasa seiring pembangunan IKN. Program ini mencatat tingkat penyerapan tenaga kerja hingga lebih dari 90 persen.
Sejumlah indikator program ketenagakerjaan juga menunjukkan hasil yang optimal, mulai dari perencanaan tenaga kerja, pelatihan dan produktivitas, hingga penempatan tenaga kerja dan hubungan industrial yang seluruhnya mencatat realisasi tinggi. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Samarinda juga mengalami peningkatan dan berada di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Timur.
Pemerintah Kota Samarinda juga menegaskan bahwa penanganan pengangguran memerlukan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya melibatkan Dinas Tenaga Kerja, tetapi juga sektor pendidikan, industri, serta perangkat daerah lainnya. Seluruh program tersebut telah terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah untuk memastikan keberlanjutan kebijakan.
Di akhir pemaparan, Wali Kota menyampaikan optimisme bahwa melalui strategi yang tepat dan kerja sama seluruh pihak, upaya penurunan pengangguran dapat terus ditingkatkan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kami yakin Samarinda akan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” pungkasnya. (adv)














































