SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda mulai mengakselerasi pengembangan Kampung Tenun di kawasan Samarinda Seberang sebagai destinasi unggulan berbasis budaya. Upaya ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkot Samarinda, Marnabas Patiroy, bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan status Kampung Tenun dari desa berkembang menuju desa wisata maju.
Tidak hanya sebatas penandatanganan, kegiatan juga dirangkai dengan peluncuran program pengembangan pariwisata serta business matching yang mencakup pembiayaan, edukasi, dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM melalui Program BUMI ETAM. Program ini merupakan implementasi dari kebijakan daerah yang berfokus pada penguatan desa wisata di Kalimantan Timur.
Dalam pengembangannya, berbagai aspek menjadi perhatian utama, mulai dari penyusunan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk promosi. Selain itu, pelaku UMKM berbasis budaya turut didorong untuk meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Marnabas menilai peluang Samarinda sebagai destinasi wisata semakin terbuka, terutama dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara yang diproyeksikan meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah penyangga. Namun demikian, ia menekankan pentingnya penguatan identitas kota sebagai daya tarik utama.
“Kita harus memperkuat branding Samarinda sebagai kota tujuan wisata. Seluruh potensi yang ada harus dikembangkan secara maksimal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah kawasan strategis seperti Teras Samarinda, Pasar Pagi, dan Kampung Tenun yang dinilai memiliki potensi besar jika dikelola secara terintegrasi. Pengembangan konektivitas antar destinasi, termasuk wisata susur Sungai Mahakam, dinilai penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkelanjutan.
Menurutnya, sektor pariwisata harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Samarinda berharap pengembangan Kampung Tenun tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat setempat. (adv)














































