SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat dalam menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Segiri dengan memprioritaskan pembangunan kios sementara bagi para pedagang terdampak. Langkah ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam rapat perencanaan yang digelar di Balai Kota, Selasa (31/3/2026).
Dalam arahannya, Wali Kota menekankan bahwa penanganan kondisi pascabencana harus berlandaskan pendekatan kemanusiaan, bukan semata-mata mengikuti pola proyek pembangunan biasa. Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait dapat bekerja cepat dan terkoordinasi tanpa terbebani prosedur yang berlarut.
“Situasi ini adalah kondisi darurat, sehingga penanganannya tidak bisa disamakan dengan proyek konvensional. Yang utama adalah bagaimana pedagang bisa segera kembali beraktivitas,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses, ia menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan penataan lokasi, termasuk perataan lahan jika masih diperlukan. Langkah tersebut diminta dilakukan secara efisien tanpa pembiayaan yang berlebihan.
Selain itu, pembangunan kios sementara dirancang dengan anggaran sekitar Rp1,1 miliar menggunakan material ulin, dengan mempertimbangkan kekuatan dan ketahanan bangunan. Proses pengerjaan pun diarahkan agar dapat segera dimulai melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT), tanpa harus menunggu mekanisme anggaran reguler.
“Ini bisa langsung dikerjakan melalui BTT, tidak perlu menunggu proses panjang. Yang penting cepat, tapi tetap tertib administrasi,” tegasnya.
Meski mengedepankan kecepatan, Wali Kota tetap mengingatkan agar seluruh tahapan pelaksanaan berjalan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Koordinasi dengan Inspektorat juga diminta dilakukan untuk memastikan akuntabilitas tetap terjaga.
Dengan langkah percepatan ini, Pemerintah Kota Samarinda berharap kios sementara dapat segera difungsikan, sehingga para pedagang yang terdampak kebakaran dapat kembali menjalankan aktivitas usaha mereka dalam waktu sesingkat mungkin. (adv)














































