KUTIM – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan Rumah Rehab Gizi (RRG) sebagai model intervensi terpadu yang berkelanjutan. Program ini merupakan inovasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) setempat dalam menangani anak-anak berisiko stunting secara lebih terarah.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah, menyampaikan bahwa pembentukan RRG merupakan hasil proses panjang yang melibatkan pendampingan intensif serta sinergi berbagai pihak. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci utama dalam mempercepat penurunan stunting. Semua pihak berperan dalam mendukung program ini,” ujarnya.
Berbeda dengan pola sebelumnya yang mengandalkan distribusi makanan tambahan ke rumah warga, sistem di RRG kini dilakukan secara terpusat. Anak-anak berisiko stunting menjalani pendampingan dari pagi hingga sore hari, dengan pemberian asupan gizi tiga kali sehari. Selama masa perawatan, perkembangan anak dipantau secara berkala dengan target perubahan signifikan dalam kurun waktu 60 hari, terutama pada peningkatan berat badan.
Selain intervensi langsung kepada anak, RRG juga menyentuh aspek penguatan pola asuh keluarga. Program parenting bagi orang tua menjadi bagian penting dalam memperbaiki pemahaman tentang pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak. Upaya ini dinilai krusial karena faktor pengasuhan turut memengaruhi risiko stunting.
Pendekatan pencegahan juga dilakukan melalui penyelenggaraan kelas ibu hamil dan ibu menyusui. Layanan tersebut menjadi bagian dari strategi komprehensif untuk memastikan kesehatan ibu dan anak sejak dini.
Hasdiah turut menyampaikan apresiasi kepada PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendukung pembangunan sarana dan prasarana RRG senilai Rp450 juta. Ia juga mengakui peran Dinas Kesehatan yang memberikan pendampingan tenaga medis, termasuk dokter spesialis anak dan dokter spesialis gizi.
“Kami akan terus menjaga kolaborasi ini agar program berjalan berkelanjutan,” tegasnya.
Act. Manager Community Empowerment PT KPC, Felly Lung, menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya penurunan stunting di Kutai Timur. Ia mengungkapkan bahwa proposal dukungan yang diajukan Kecamatan Sangatta Utara pada Januari 2025 telah dikawal hingga terealisasi dalam bentuk fasilitas RRG saat ini.
Pembangunan fisik RRG dimulai pada awal November 2025 dan selesai pada awal Januari 2026. Fasilitas tersebut dilengkapi ruang pemantauan pertumbuhan anak, ruang edukasi orang tua, serta sarana pendukung intervensi terpadu lainnya.
Felly juga menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan dukungan kedua PT KPC pada Februari 2026, setelah sebelumnya menyerahkan bantuan pembangunan Posyandu di Desa Swarga Bara.
Dengan ditetapkannya RRG sebagai fasilitas intervensi berkelanjutan, Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara berharap program ini mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting sekaligus membangun generasi Kutai Timur yang lebih sehat dan tangguh di masa depan. (adv)














































