KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok balita. Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni melalui peresmian Rumah Rehab Gizi (RRG) Stunting atau Rumah Pemulihan Gizi di Kecamatan Sangatta Utara, Senin (9/2/2025), yang dipusatkan di Gedung BPU Sangatta Utara.
Peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bappeda Bayu Januar, Kepala Dinas Kesehatan Yuwana Sri Kurniawati, Sekretaris DPPKB Jumran, Camat Sangatta Utara Hasdiah, unsur Forkopimda, serta perwakilan dunia usaha.
Rumah Pemulihan Gizi ini dirancang sebagai pusat layanan terpadu dalam penanganan balita dengan kondisi gizi kurang, gizi buruk, maupun anak yang masuk kategori berisiko stunting. Layanan yang tersedia mencakup pemeriksaan oleh dokter spesialis, konseling gizi, edukasi keluarga, hingga pelatihan pengolahan makanan pendamping ASI (MP-ASI) sehat dan bergizi.
Camat Sangatta Utara Hasdiah menjelaskan, berdasarkan data terbaru terdapat 345 anak berisiko stunting dan 70 anak yang telah teridentifikasi stunting pada rentang usia 0–12 bulan di wilayah tersebut. Penanganan dilakukan oleh tujuh kader yang didukung tenaga gizi serta dokter spesialis dari Puskesmas Sangatta Utara. Ia menambahkan, pendirian fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Kutim dan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang beroperasi di daerah.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan, kehadiran Rumah Rehab Gizi Stunting menjadi bagian dari strategi komprehensif pemerintah daerah dalam menekan angka keluarga berisiko stunting. Menurutnya, fasilitas ini tidak berdiri sendiri, melainkan memperkuat berbagai intervensi yang telah berjalan, seperti pendampingan keluarga oleh ketua RT melalui dana RT, pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD), serta keterlibatan orang tua asuh dari unsur pemerintah dan sektor swasta.
“Rumah Pemulihan Gizi ini menjadi penguat dari berbagai program yang sudah dilaksanakan dalam upaya percepatan penanganan stunting,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris DPPKB Jumran membacakan sambutan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kutim yang menekankan bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, melainkan menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan, termasuk aspek kecerdasan, produktivitas, dan daya saing daerah.
Pemerintah Kabupaten Kutim optimistis, melalui penguatan layanan gizi terpadu, peningkatan kapasitas kader dan posyandu, serta sinergi lintas sektor yang berkelanjutan, target mewujudkan balita sehat dan bebas stunting di Sangatta Utara dapat tercapai secara bertahap dan berkesinambungan. (adv)














































