SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah dengan meningkatkan pengawasan terhadap stabilitas harga pangan dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, secara daring bersama Kementerian Dalam Negeri dari Ruang Rapat Wakil Wali Kota Samarinda.
Rakor nasional yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, itu diikuti seluruh pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pengendalian inflasi, khususnya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah.
Dalam arahannya, Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap setiap kenaikan harga komoditas, termasuk kenaikan kecil yang berpotensi berkembang menjadi lonjakan harga. Pemerintah daerah juga didorong aktif melakukan intervensi melalui berbagai program, salah satunya Gerakan Pangan Murah (GPM).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Wakil Wali Kota Samarinda langsung menggelar rapat koordinasi internal bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda yang melibatkan sejumlah perangkat daerah teknis, Bulog, hingga BMKG.
Berdasarkan data Indeks Harga Konsumen per April 2026, inflasi Kota Samarinda tercatat sebesar 0,11 persen secara bulanan dan 2,92 persen secara tahunan. Meski masih dalam kategori terkendali, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap fluktuasi harga sejumlah komoditas utama, terutama beras dan minyak goreng.
Saefuddin Zuhri meminta seluruh jajaran TPID memperkuat evaluasi dan pengawasan di lapangan agar langkah stabilisasi harga dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kita harus terus melakukan evaluasi terhadap kinerja di lapangan, terutama dalam langkah konkret stabilisasi harga,” ujarnya.
Selain menjaga ketersediaan stok pangan di pasar, pemerintah juga memberi perhatian pada kelancaran distribusi logistik, terutama terkait antrean BBM subsidi yang berpotensi menghambat distribusi bahan pokok.
Pemerintah Kota Samarinda juga mendorong optimalisasi penyerapan hasil panen langsung dari petani melalui Perum Varia Niaga guna membantu menjaga stabilitas harga cabai di pasaran.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Samarinda akan menggelar Gerakan Pangan Murah mulai 8 Mei 2026 di wilayah Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan.
Wakil Wali Kota Samarinda turut mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Iduladha agar lonjakan harga kebutuhan pokok dapat diantisipasi sejak dini.
“Ayo kita cermati bersama. Jangan sampai ada kenaikan harga yang signifikan. Kita harus terus melakukan pengawasan, evaluasi, dan intervensi agar harga komoditas tetap terjaga di Kota Samarinda,” tegasnya. (adv)














































