KUTIM – Aktivitas panen tomat di Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menunjukkan besarnya peluang ekonomi dari sektor hortikultura desa. Komoditas ini dinilai mampu memberikan hasil signifikan, dengan potensi pendapatan mencapai ratusan juta rupiah per hektare dalam satu musim tanam.
Di lahan pertanian milik Yudi yang berada di Jalan Pendidikan RT 07, tomat yang telah matang dipanen sebagai bagian dari kegiatan pembinaan hortikultura. Panen tersebut menjadi gambaran konkret bahwa pertanian desa dapat menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan apabila dikelola secara terencana dan konsisten.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kutim, Dyah Ratnaningrum, menjelaskan bahwa tomat dipilih karena memiliki masa tanam relatif singkat, permintaan pasar yang stabil, serta perputaran modal yang cepat. Faktor tersebut menjadikan tomat sebagai salah satu komoditas unggulan dengan nilai ekonomi kompetitif.
Ia menambahkan, meskipun regulasi belum memungkinkan pengadaan alat sistem pertanian tertentu, pihaknya berharap adanya dukungan sarana seperti alat angkut hasil panen guna menunjang efisiensi distribusi.
Saat ini, Kelompok Tani Sumber Urip mengelola lahan seluas 22,2 hektare dengan sistem tanam bergilir berbagai komoditas, antara lain melon, semangka, cabai, dan tomat. Pola tersebut diterapkan untuk menjaga keberlanjutan produksi serta menyesuaikan dengan musim tanam.
Keberhasilan panen tomat di Kandolo diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa lain di wilayah Teluk Pandan bahwa sektor hortikultura memiliki prospek cerah jika digarap secara serius dan didukung sinergi pemerintah.
Melalui penguatan pembinaan dan pendampingan petani, Pemerintah Kabupaten Kutim menegaskan komitmennya dalam menjadikan pertanian sebagai pilar ketahanan pangan sekaligus penggerak utama ekonomi desa. (adv)














































