SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) melaksanakan evaluasi mandiri penginputan data Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026. Kegiatan ini digelar secara daring dan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan indikator penilaian KLA.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, serta dipimpin oleh Sekretaris DP2PA, Veronika Hinum. Sejumlah kepala perangkat daerah turut berpartisipasi, menunjukkan komitmen lintas sektor dalam mendukung pemenuhan hak anak di Kota Samarinda.
Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan perlindungan serta pemenuhan hak anak secara menyeluruh.
“Komitmen mewujudkan Kota Layak Anak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi tanggung jawab moral dan strategis yang harus dijalankan bersama secara lintas sektor dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, evaluasi mandiri ini tidak hanya sebatas proses pengisian data, melainkan juga menjadi sarana untuk menilai sejauh mana kebijakan dan program yang telah dijalankan benar-benar mendukung terwujudnya kota yang ramah anak.
Sekda juga menyoroti empat aspek utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu akurasi dan validitas data, penguatan sinergi antar OPD, integrasi program dalam perencanaan pembangunan, serta memastikan seluruh kebijakan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Selain itu, perangkat daerah yang belum melengkapi data diminta segera melakukan penginputan sesuai indikator yang telah ditetapkan, dengan batas waktu yang telah ditentukan.
“Ini bukan sekadar administrasi, tetapi upaya kita bersama membawa nama baik Kota Samarinda, sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh OPD semakin memahami indikator Kota Layak Anak, meningkatkan kualitas data yang disajikan, serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan Samarinda sebagai kota yang aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi tumbuh kembang anak. (adv)














































