SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menegaskan komitmennya untuk menyusun Proyek Strategis Daerah (PSD) Tahun 2026 secara lebih terarah dengan mengedepankan program yang realistis dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Hal ini disampaikan dalam rapat pembahasan PSD yang dipimpin Sekretaris Daerah Neneng Chamelia Shanti di Balaikota Samarinda.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam perencanaan pembangunan, dengan fokus pada penajaman prioritas program di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.
Dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa setiap program yang diusulkan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah tanpa mengurangi kualitas hasil yang diharapkan.
“Semua sektor tetap harus berjalan, tetapi kita juga harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. Jadi, program yang dipilih harus benar-benar prioritas dan berdampak,” ujarnya.
Salah satu tantangan yang dibahas dalam rapat adalah kenaikan harga material yang berdampak pada pelaksanaan sejumlah kegiatan. Kondisi ini menuntut perangkat daerah untuk melakukan penyesuaian, baik dari sisi volume pekerjaan maupun target output, termasuk pada proyek penerangan jalan umum yang mengalami pengurangan jumlah titik pengerjaan.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang, khususnya untuk kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap. Setiap tahapan diminta dituangkan secara jelas dalam dokumen perencanaan guna menghindari potensi kendala di kemudian hari.
Dalam penentuan prioritas, Pemkot Samarinda memfokuskan pada program yang telah siap dilaksanakan dan memiliki progres tinggi, terutama yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pembangunan sekolah, infrastruktur jalan, serta fasilitas publik lainnya.
Untuk memastikan perencanaan berjalan sesuai ketentuan, Inspektorat dilibatkan dalam proses reviu anggaran. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian harga, kelayakan kegiatan, serta meminimalkan potensi permasalahan di masa mendatang.
Aspek administrasi dan pengawasan juga menjadi perhatian utama, dengan penekanan pada transparansi, akuntabilitas, serta dokumentasi yang baik dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
Melalui penyusunan PSD 2026 yang lebih selektif dan terukur, Pemerintah Kota Samarinda berharap seluruh perangkat daerah dapat semakin solid dalam menjalankan pembangunan, dengan mengedepankan prinsip efisiensi, kehati-hatian, dan integritas demi memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (adv)














































