SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menyatakan kesiapan untuk mengikuti Program Kabupaten/Kota Pangan Aman yang digagas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota, dipimpin langsung oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama jajaran perangkat daerah terkait.
Pertemuan ini membahas pedoman penilaian program pangan aman tingkat nasional yang bertujuan mengukur komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keamanan pangan. Selain itu, program ini juga menilai efektivitas pengawasan yang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan serta partisipasi masyarakat.
Dalam pemaparannya, BPOM menjelaskan bahwa penilaian mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari penerapan norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK), inovasi daerah, hingga perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan program. Hasil penilaian akan diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkatan, mulai dari kategori sangat rendah hingga unggul sebagai role model nasional.
Wali Kota Samarinda menyambut positif program tersebut dan menilai bahwa keikutsertaan dalam program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan di daerah.
Ia bahkan langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menindaklanjuti proses partisipasi tersebut.
Menurutnya, berbagai indikator yang menjadi syarat penilaian pada dasarnya telah dimiliki oleh Kota Samarinda, sehingga peluang untuk meraih hasil optimal terbuka lebar. Pemerintah kota pun diharapkan tidak hanya berpartisipasi secara administratif, tetapi juga menjalankan program secara serius dan berkelanjutan.
Audiensi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk antara perangkat daerah yang menangani bidang perdagangan, kesehatan, ketahanan pangan, serta pelaku usaha dan masyarakat.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Samarinda optimistis dapat meningkatkan kualitas pengawasan pangan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan produk yang beredar. Selain itu, keikutsertaan dalam program ini diharapkan mampu mendorong Samarinda meraih pengakuan di tingkat nasional sebagai daerah yang berkomitmen terhadap keamanan pangan. (adv)














































