Tenggarong – Sebelum upacara adat Erau berlangsung, pihak Kesultanan Kutai Kartanegera Ing Martadipura menggelar proses ritual khusus sebagai pemberitahuan kepada khalayak ramai yaitu Menjamu Benua.
Ritual Menjamu Benua yang merupakan sarana untuk memberitahukan kepada khalayak ramai, bahwa setelah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memutuskan untuk menyelenggarakan Erau dan menentukan waktu pelaksanaannya.
Ritual ini dilakukan untuk memohon keselamatan serta kelancaran selama Erau adat berlangsung nantinya, dengan harapan agar tidak mendapat gangguan selama penyelenggaraan acara adat tersebut.
Rombongan ini membawa sesajian yang akan diletakkan di tiga titik yaitu di Kepala Benua, Tengah Benua dan Buntut Benua. Selain itu, para belian juga membawa pakaian Sultan sebagai pengganti kehadiran Sultan secara fisik sepanjang Ritual Menjamu Benua dilakukan.
“Menjamu Benua ini bertujuan untuk memberitahukan bahwa Erau akan segera dilaksanakan serta memohon keselamatan dan dihindarkan dari gangguan-gangguan negatif selama erau berlangsung,” terang Awang Imaluddin, Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Ritual Menjamu Benua diselenggarakan oleh sekelompok rombongan yang terdiri dari 7 orang belian bini, 7 orang belian laki, 7 pangkon bini dan 7 pangkon laki, serta para penabuh gendang maupun gamelan juga mengiringi sepanjang prosesi ritual berlangsung.
Sesajian yang dibawa oleh rombongan itu, terdiri dari aneka macam kue jajanan pasar sebanyak 41 jenis, serta di lengkapi dengan nasi tambak, nasi ragi, telur, ayam panggang, air minum dan peduduk untuk diletakkan di tempat ritual berlangsung.
Pewarta Fairuz














































