Tenggarong– Pembangunan kawasan berbasis pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar) ditargetkan rampung pada November 2022 ini. Pasalnya progres pembangunan kawasan tersebut kini sudah mencapai 75 persen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dipertanak) Kukar, Sutikno mengatakan ke lima kawasan prioritas yang sudah ditetapkan menjadi kawasan pengembangan komoditas padi sawah berjalan lancar.
Di antaranya kawasan Tenggarong-Loa Kulu, Tenggarong Seberang I, Tenggarong Seberang II, Sebulu-Muara Kaman, dan Marangkayu. Ke lima kawasan tersebut merupakan sawah eksisting dengan luas 8.093 hektare (ha).
Tahap pertama dilakukan di Muara-Kaman Sebulu, meliputi Desa Mekar Jaya dan Manunggal Daya, Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu. Selanjutnya Desa Bunga Jadi, Sidomukti, dan Cipari Makmur yang terletak di Kecamatan Muara Kaman.
“Pengerjaannya dimulai 6 Oktober lalu, dan bulan ini In Syaa Allah semua selesai,” ujarnya, Selasa (8/11/2022).
Diketahui pengembangan kawasan pertanian tersebut merupakan salah satu dari program kerja sama antara Pemkab Kukar dan Kodim 0906/KKR, yaitu program Karya Bakti Tentara Negara Indonesia (TNI) 2022.
Program tersebut difokuskan pada insfratruktur jalan tani, usaha tani serta saluran irigasi. Saat ini jalan usaha tani sepanjang sembilan kilo meter (km) dan 22 unit jembatan sudah terbangun.
Pengembangan itu diharapkan mampu mengatasi permasalahan masyarakat. Terutama kelompok tani di Kecamatan Muara Kaman-Sebulu. Penetapan kawasan ini sesuai dengan visi misi Kukar Idaman untuk memperkuat pembangunan ekonomi berbasis pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Sutikno bilang, jika proyek tersebut kelar selanjutnya akan dibangun kawasan pertanian di desa lainnya untuk benar-benar mewujudkan Kota Raja sebagai daerah lumbung pangan.
Pihaknya berharap melalui penetapan kawasan berbasis pertanian mampu menjadikan para petani sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di bidangnya. (Mira)














































