PENAJAM – Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Januari 2024. Andil kelompok ini mencapai 2 persen.
Pada rapat pengendalian inflasi daerah dalam rangka menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok di aula lantai III Kantor Bupati PPU, Jum’at (2/2/2024) lalu, Pj Bupati Makmur Marbun menekankan pentingnya pengendalian inflasi.
Dia menekankan dalam upaya pengendalian inflasi daerah Pemkab PPU akan melibatkan seluruh OPD terkait, camat dan perangkat desa/kelurahan hingga rukun tetangga (RT).
“Memperbaiki tata kelola distribusi beberapa komoditas strategis, seperti subsidi harga dan subsidi ongkos angkut terhadap komoditas bahan pokok penting yang mengalami gejolak harga di Kabupaten PPU,” ujar Marbun.
Sebagai Langkah penting dalam upaya pengendalian inflasi pada kelompok komoditi strategus, Makmur berencana membuat Peraturan Bupati (Perbup) yang melarang gabah tidak boleh keluar dari PPU. Gabah tersebut harus diproduksi di daerah sendiri sehingga harga pangan dapat terkendali.
“Harapannya, melalui kerja sama seluruh stakeholder tingkat inflasi dapat teratasi, jangan sampai inflasi di PPU tinggi seiring dengan pemindahan ibu kota negara di Kabupaten PPU,” harap Makmur. (adv)
PPU Catat Sejarah Baru, 23 Sertifikat Reforma Agraria Diserahkan kepada Warga
PENAJAM - Sebanyak 23 sertifikat hak pakai hasil program reforma agraria di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Bank Tanah resmi...














































