Penajam – Sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam rangka pengendalian perubahan iklim, Kementerian LHK membentuk mitigasi perubahan iklim berbasis komunitas. Salah satunya dengan melaksanakan Program Komunitas untuk Iklim atau Proklim.
Pemerintah melalui ProKlim mendorong upaya aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak. Melalui ProKlim diharapkan upaya peningkatan ketahahan terhadap dampak negatif perubahan iklim sekaligus pengurangan emisi gas rumah kaca.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara, Tita Deritayati mengatakan, tujuan dibentuknya Proklim dan bank sampah di Penajam Paser Utara adalah agar terciptanya masyarakat yang berwawasan lingkungan. Sehingga diharpkan mampu beradaptasi dan melakukan mitigasi terhadap perubahan iklim.
Dalam kesempatan itu dia juga mengajak peran masyarakat dalam melakukan kegiatan pengelolaan sampah di wilayah kampung iklim yang ada.
Tita menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PPU pada tahun 2023 telah membentuk Kampung iklim di 11 desa. Kemudian untuk tahun 2024 target DLH adalah sebanyak 15 Kampung iklim.
“Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam kegiatan proklim. Terima kasih kepada bapak Pj bupati PPU maupun pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Tita.
Proklim dan Bank Sampah sebagai upaya mitigasi perubahan iklim di Kabupaten PPU telah diluncurkan. Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun pun meluncurkan Proklim dan Bank Sampah di 15 desa dan kelurahan di wilayah kabupaten PPU Tahun 2024. Peluncuran program ini dipusatkan di Desa Api-api, kecamatan Waru, Jumat, (2/2/2024) lalu. (adv)
PPU Catat Sejarah Baru, 23 Sertifikat Reforma Agraria Diserahkan kepada Warga
PENAJAM - Sebanyak 23 sertifikat hak pakai hasil program reforma agraria di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Bank Tanah resmi...














































