Tenggarong– Kecamatan Sebulu merupakan wilayah lintas kabupaten di Kutai Kartanegara (Kukar), sehingga pemerintah berkeinginan menjadikan kecamatan tersebut sebagai kawasan industri.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni membangun jembatan Sebulu sepanjang 443 meter. Dana yang digunakan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar RP504 miliar yang diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) lantaran membutuhkan biaya yang besar.
Jembatan Sebulu akan menjadi akses alternatif. Pasalnya untuk menuju Kutai Timur (Kutim) dari Kukar harus lewat Samarinda, sehingga jembatan ini bakal mempermudah akses warga di empat kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim). Di antaranya Kukar, Kutai Barat (Kubar), Kutim, dan Mahakam Ulu (Mahulu).
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Restu Irawan menuturkan pihaknya sudah melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan tersebut.
Termasuk pemenuhan dokumen beserta kelengkapan lainnya termasuk menyiapkan dana relokasi atau ganti untung bagi warga yang lahannya terpakai untuk pembangunan jembatan.
“Kita sudah melakukan pembebasan lahannya sejak tahun lalu dan secara bertahap,” ucapnya belum lama ini.
Selama ini penghubung ke Sebulu dari, Tenggarong, Desa Sirbaya, dan Desa Sebulu Modern warga harus menyebrangi sungai menggunakan kapal kelotok atau kapal feri kayu.
Sehingga keberadaan jembatan itu sangat dinantikan oleh masyarakat, agar akses insfratruktur dapat dilalui melalui jalur darat. Sementara prediksi penyelesaiannya akan memakan waktu tiga hingga empat tahun.
Selain itu, kehadiran jembatan tersebut akan mempercepat mobilitas barang dan jasa yang bakal berdampak besar pada ekonomi masyarakat Kukar, khususnya di Sebulu. Terlebih wacana pembangunannya sudah direncanakan sejak 2012 lalu.
Berdasarkan kajian, jembatan Sebulu nantinya akan memangkas waktu perjalanan selama 30 menit atau memangkas jarak tempuh sejauh 16,4 kilo meter (km). (Mira)














































