Tenggarong– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar mengintervensi peredaran obat jenis Paracetamol sirup yang diduga menyebabkan gagal ginjal akut.
Kepala Dinkes Kukar, Martina Yulianti menuturkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan lima jenis obat tersebut diperintahkan ditarik peredarannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Yakni Termorex Sirup (obat demam), Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (obat demam), Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), serta Unibebi Demam Drops (obat demam).
Kata dia, Kemenkes telah meminta tenaga kesehatan (nakes) untuk tidak memberikan obat dalam bentuk cair ataupun sirup. Hal ini dilakukan setelah banyaknya kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak secara misterius.
Pasalnya Paracetamol jenis cair atau sirup mengandung cemaran Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG) melebihi ambang batas aman.
“Ambang batas aman hanya sebesar 0,5 miligram/kilogram berat badan per hari,” ujarnya, Jumat, (21/10/2022).
Lebih lanjut, Martina membeberkan cemaran DEG dan EG kemungkinan mengandung empat bahan tambahan. Di antaranya polietilen glikol, sorbitol, gliserin, dan propilen glikol. Sehingga pihaknya menghentikan peredaran obat tersebut agar tidak didistribusikan ke masyarakat.
Selain itu, sebagai bentuk tindak lanjut fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di bawah naungan Dinkes Kukar diimbau untuk tidak lagi meresepkan obat yang dimaksud kepada pasien berobat.
“Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tidak lagi memberikan Paracetamol ini. Kami juga akan menyiapkan Surat Edaran (SE) bagi fasyankes klinik swasta dan apotek,” tuturnya.
Kendati demikian, ia mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan menarik obat tersebut. Lantaran menjadi kewenangan pihak distributor penyedia obat dan BPOM.
Untuk diketahui, hingga Selasa, (18/10/2022) Kemenkes menyatakan sebanyak 206 anak dari 20 provinsi mengalami gagal ginjal akut, 99 di antaranya meninggal dunia diduga karena menggunakan obat sirup.
Pewarta Mira














































