KUTIM – Turnamen Tenis Meja Antarklub Kutai Timur (Kutim) 2026 resmi digelar di Gedung BPU Sangatta Utara, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah memperkuat semangat kebersamaan dan sportivitas di kalangan pecinta tenis meja di daerah tersebut.
Pembukaan turnamen dihadiri langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua KONI Kutai Timur Rudi Hartono, Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia Kutai Timur dr Rahmat, serta Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur Moch Misbachul Choir bersama sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua panitia, Syahriannur Saleh, melaporkan bahwa kompetisi ini diikuti 18 klub dari berbagai kecamatan di Kutim, di antaranya Sangatta, Teluk Pandan, Sangkulirang hingga Muara Ancalong. Secara keseluruhan, sebanyak 137 atlet turut ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Ketua PTMSI Kutim, dr Rahmat, menjelaskan bahwa turnamen ini bersifat non-prestasi sehingga memberi ruang partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh klub. Ia menegaskan, pembinaan atlet berprestasi akan difokuskan pada ajang Bupati Cup yang direncanakan berlangsung pertengahan tahun ini.
Menurutnya, kompetisi ini lebih menitikberatkan pada kebersamaan dan pengalaman bertanding bagi para atlet di tingkat klub. Dengan demikian, seluruh peserta dapat merasakan atmosfer pertandingan tanpa tekanan target prestasi.
Sementara itu, Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, menilai turnamen tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong geliat olahraga tenis meja di daerah. Ia optimistis, semakin banyak klub yang aktif akan membuka peluang lahirnya atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Kutim di masa mendatang.
Bupati Ardiansyah Sulaiman saat membuka kegiatan mengajak seluruh peserta untuk bertanding secara sportif dan menjaga semangat kompetisi yang sehat. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sarana dan prasarana olahraga, termasuk tenis meja, guna menunjang pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah serta tingginya antusiasme klub peserta, turnamen ini diharapkan menjadi fondasi pembinaan jangka panjang dan memperkuat eksistensi tenis meja sebagai salah satu cabang olahraga yang berkembang di Kutai Timur. (adv)














































