KUTIM – Pelaksanaan Turnamen Tenis Meja Antarklub 2026 yang digelar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kutai Timur di Gedung BPU Sangatta Utara, Sabtu (14/2/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan sekaligus merayakan capaian prestasi atlet tenis meja daerah pada ajang pra-Porprov.
Keberhasilan Kutai Timur meraih empat dari tujuh medali emas yang diperebutkan pada pra-Porprov sekaligus mengantarkan daerah ini sebagai juara umum. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim dan Pemerintah Kabupaten Kutim.
Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, menyampaikan rasa bangganya atas hasil yang ditorehkan cabang olahraga tenis meja. Menurutnya, raihan empat medali emas merupakan bukti konsistensi pembinaan yang selama ini dijalankan.
Ia berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada ajang Porprov mendatang. Rudi juga menilai turnamen antarklub, meski tidak masuk kategori kejuaraan prestasi, tetap memiliki peran strategis dalam membangun fondasi atlet masa depan.
Menurutnya, semakin banyak klub yang aktif, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kutai Timur di tingkat yang lebih tinggi.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus PTMSI Kutim atas komitmen dalam membina atlet secara berkelanjutan. Ia menilai perkembangan tenis meja di Kutim menunjukkan tren positif, ditandai dengan meluasnya aktivitas klub hingga ke sejumlah kecamatan seperti Teluk Pandan, Sangkulirang, Muara Bengkal, dan Muara Ancalong.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan cabang olahraga yang aktif mendorong atletnya meraih prestasi. Ia menegaskan pentingnya menjaga gelar juara umum pada pra-Porprov yang akan digelar November mendatang di Kabupaten Paser.
Menurut Ardiansyah, setiap turnamen, termasuk yang bersifat non-prestasi, tetap memiliki nilai strategis sebagai bagian dari persiapan menuju agenda kompetisi yang lebih besar seperti Bupati Cup dan Porprov. Peran klub dinilai sangat vital dalam proses regenerasi atlet, sehingga pembinaan berjenjang dapat berjalan secara berkesinambungan.
Dengan dukungan pemerintah dan KONI, diharapkan prestasi tenis meja Kutai Timur dapat terus terjaga sekaligus memperkuat regenerasi atlet untuk menghadapi berbagai kejuaraan di masa mendatang. (adv)













































