KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan keseriusannya dalam memperkuat program lingkungan hidup, khususnya terkait kebersihan dan penanganan sampah. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, usai menghadiri kegiatan Khotmil Quran dan Imtihan yang digelar SMPIT Daarussalaam di Ruang Akasia Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sabtu (14/2/2026).
Dalam keterangannya, Ardiansyah menyebut arahan Presiden beberapa waktu lalu menitikberatkan pada dua agenda utama, yakni pelaksanaan Program Asri dan pembenahan sistem pengelolaan sampah. Ia menilai, Kutim sejatinya telah menjalankan gerakan kebersihan melalui program rutin seperti Jumat Bersih dan Sabtu Bersih, meskipun pelaksanaannya belum dilakukan secara menyeluruh di semua wilayah.
Menurutnya, dari sisi gerakan sosial dan partisipasi masyarakat, upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata sudah menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah inisiatif di tingkat kecamatan menjadi bukti adanya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan.
Ia mencontohkan program Kampung Beragam di Sangatta Utara yang mendorong terciptanya lingkungan yang lebih tertib dan asri. Selain itu, peran pihak swasta juga terlihat melalui dukungan Hotel Viktoria yang secara rutin memfasilitasi para penyapu jalan untuk berkumpul setiap Sabtu. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Namun demikian, Ardiansyah mengakui bahwa pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih perlu ditingkatkan agar sistem penanganan sampah dapat berjalan lebih optimal. Pembenahan pada aspek tersebut dinilai penting agar program kebersihan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan didukung oleh tata kelola yang terintegrasi.
Sebagai tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat, Bupati juga telah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk menyusun dokumen resmi mengenai pelaksanaan Program Asri di Kutim. Dokumen tersebut akan disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk laporan dan pertanggungjawaban daerah.
Di akhir penyampaiannya, Ardiansyah berharap gerakan kebersihan dan pengelolaan sampah di Kutim semakin masif serta melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga komunitas. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya bersama agar Sangatta dan wilayah Kutim lainnya dapat berkembang sebagai daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (adv)














































