Tenggarong – Di penghujung tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar konferensi pers capaian pembangunan dan program daerah sepanjang tahun 2022 dan perencanaan program pembangunan tahun 2023 mendatang. Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dengan lugas mempresentasikan capaian tersebut di Ruang Serbaguna Kantor Bupati, Sabtu (31/12/2022).
Edi Damansyah menjelaskan capaian pembangunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah Kabupaten Kukar selama satu tahun anggaran 2022 dengan jumlah program 19 aplikasi layanan pemerintahan, 10 aplikasi terintegrasi dengan angka kepuasan layanan 91,35 persen.
“Sejauh ini sejumlah program telah kami luncurkan di tahun 2022, capaian kepuasan layanan mencapai 91,35 persen,” jelasnya.
Ia juga merinci salah satu program dedikasi Kukar Idaman 2021-2026, yakni program “Kukar Bebaya” dalam rangka penguatan fiskal di Kelurahan dan Desa. Sebanyak 3.134 RT yang tersebar di 193 desa dan 44 kelurahan. Bertujuan memperluas jaringan kerjasama bagi kesejahteraan rakyat.
Program Kukar Bebaya dalam rangka penguatan fiskal di Kelurahan dan Desa. Sebanyak 3.134 RT yang tersebar di 193 desa dan 44 kelurahan. Selain program pembangunan desa, salah satunya ada program pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yakni Beasiswa Kukar Idaman, program 1.000 guru sarjana, dan Program Kukar Berkah untuk pesantren.
“Alokasi dana ke desa itu tahun ini ada Rp 609 miliar. Lalu alokasi dana 50 juta per RT telah seratus persen. Kami juga menyalurkan penyediaan kendaraan operasional untuk RT sebanyak 2.887 unit,” ungkapnya.
Program lain yang tercapai adalah program Kesejahteraan Sosial Idaman. Bertujuan untuk memperkuat ekonomi rakyat, berbasis pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
“Tujuannya untuk memperkuat ekonomi rakyat, berbasis pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Laju pertumbuhan ekonomi di Kukar tahun 2022 sudah meningkat sebanyak 2,9 persen dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Edi menambahkan program kesejahteraan sosial meliputi pertanian berbasis kawasan dan perikanan. Kemudian program pemantapan konektivitas wilayah, fasilitasi perumahan rakyat, air bersih desa, dan penerangan di sejumlah kampung tertinggal.
“Sementara untuk pembangunan infrastruktur, sepanjang tahun 2022 ini indeks infrastruktur Kukar telah mencapai di angka 70,79 persen,” sebutnya.
Capaian pembangunan ekonomi, Pemkab Kukar berhasil meningkatkannya dari angka -4,21% menjadi 2,9%. Programnya antara lain, pembangunan pertanian berbasis kawasan, dukungan kelembagaan ekonomi pertanian dalam arti luas. Program Kukar Kaya Festival untk mendorong industri pariwisata, dan program Usaha kecil Idaman untuk memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Serta program Kukar Kreatif Idaman untuk menyediakan ruang bagi milenial mengasah kreativitas .
Pemkab Kukar dalam Indeks Desa membangun berada di Kategori Maju, Indeks Infrastruktur Kukar 2022 ada di angka 70,79 (sedang). Yakni ada program pemantapan konektivitas wilayah, program fasililitasi rumah rakyat, program air bersih desa, program Terang Kampongku guna memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan jalan hingga air bersih dan listrik.
“Kami berharap agar dapat maksimal di tahun 2023 mendatang untuk kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara,” ucapnya di akhir sambutan.
10 Program Dedikasi Kukar Idaman Mendapat Nilai Tertinggi dari Masyarakat
Peringkat tertinggi dari hasil survei kepuasan masyarakat ditempati Program Beasiswa Kukar Idaman dengan nilai 976, disusul Kukar Kaya Festival dengan nilai 864 dan ketiga Kesejahteraan Sosial 834. Selanjutnya program Fasilitas Perumahan Rakyat total nilai 744, Air Bersih Desa nilainya 738, Keluarga Peduli Kesehatan dengan nilai 667.
Kemudian Gerakan Etam Mengaja Al-Quran nilainya 665, Usaha Kecil Idaman sebanyak 655, Digitalisasi Pelayanan Publik dengan nilai 646. Posisi ke-10, yakni program Kukar Bebaya dengan total nilai sebanyak 629.
Hasil survei tersebut, ada sejumlah rekomendasi yang disampaikan dan bakal dilakukan internalisasi. Termasuk komunikasikan dan mensosialisasikan kepada masyarakat dalam bentuk lebih sederhana.
Survei ini dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kutai Kartanegara (Balitbangda Kukar) beberapa waktu lalu.














































