Bontang, linimasa.co – Terapi plasma konvalesen merupakan salah satu cara alternatif mengobati covid-19. Yang kini tengah populer dikalangan pasien covid-19.
Adapun Plasma konvalesen sendiri adalah plasma darah yang mengandung antibody yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh selama 14 hari, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang dalam masa pemulihan setelah terinfeksi.
Meski begitu, tidak semua penyintas Covid-19 bisa menjadi pendonor plasma konvalesen. Ketua Tim percepatan Satuan Tugas (Satgas) Covid Bontang, Adi Permana mengaku cukup kesulitan mencari pendonor plasma penyintas Covid-19.
“Sampai Hari ini kami masih kesulitan mencari pendonor plasma,” ujarnya kala disambangi awak media di gedung PSC, Senin (25/1/2021).
Dikatakan Adi, pihaknya kesulitan mencari pendonor plasma lantaran masih sedikitnya pendaftar serta tak memenuhi persyaratan.
“Gampang-gampang susah. Di Bontang ada yang mendaftar tapi tidak banyak. Nah, yang mendaftar ini ternyata tak memenuhi syarat pendonoran plasma,” ucapnya.
Adapun syarat yang harus di penuhi bagi pendonor plasma diantaranya adalah pendonor pernah dinyatakan positif terpapar covid, dinyatakan sembuh dibuktikan dengan hasil tes swab negatif, masih memiliki antibody, Berat badan minimal 55 kg (sebab, pengambilan darah konvensional dengan kantong 450 ml), Pemeriksaan tanda vital yang normal yakni tekanan darah systole 90-160 mmHg, tekanan darah diastole 60-100 mmHg, denyut nadi sekitar 50 sampai 100 kali per menit, dan suhu tubuh kurang dari 37 derajat celsius.
“Jadi yang bisa mendonor plasma yang sudah ada antibodinya. Kalau baru dinyatakan sembuh belum bisa juga untuk mendonor. Karena antibodinya masih rendah. Nantilah kalau sudah 1 bulan usai dinyatakan sembuh,” jelas Adi.
Diketahui, sebanyak tujuh orang telah mendaftar sebagai pendonor plasma. Namun, keseluruhan tak ada yang berhasil lantaran tak memenuhi persyaratan.
“Ada yang antibody nya belum terbentuk padahal sudah tiga minggu. Dan bahkan ada yang sudah gak ada antibodny nya,” seru Adi.
Pewarta Lutfi













































