KUTIM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur menggelar Konferensi Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030 sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi, merumuskan program kerja, serta menetapkan kepengurusan baru lima tahun ke depan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Selasa (03/02/2026), tersebut diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga SMK. Konferensi kali ini mengangkat tema “Guru Bermutu Kutai Timur Maju”.
Konferensi dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Mulyono, yang ditandai dengan pemukulan gong. Dalam sambutannya, Mulyono menegaskan bahwa konferensi PGRI memiliki peran penting dalam memperkuat posisi guru sebagai aktor utama pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Ia menilai keberhasilan organisasi profesi sangat ditentukan oleh kejelasan program kerja serta transparansi pertanggungjawaban pengurus. Hal tersebut, menurutnya, akan mendorong meningkatnya partisipasi dan semangat anggota dalam mendukung kebijakan dan program pendidikan daerah.
“Konferensi ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi menjadi momentum strategis untuk melahirkan rumusan yang mampu mendukung program pembangunan pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Mulyono.
Terkait pemilihan kepengurusan, ia berharap seluruh anggota dapat menjaga kebersamaan dan mendukung siapa pun yang terpilih untuk memimpin PGRI Kutai Timur ke depan. Ia juga mendorong agar kepengurusan baru mampu membangun sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan.
Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur, Yonatan Palinggi, menyampaikan bahwa tema konferensi mencerminkan komitmen PGRI dalam mendorong peningkatan profesionalisme guru sebagai fondasi kemajuan daerah.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks menuntut PGRI hadir sebagai organisasi profesi yang solid, mandiri, dan konsisten memperjuangkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan guru.
Sementara itu, Ketua PGRI Kutai Timur, Suyatno, menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh anggota dalam setiap tahapan konferensi agar program kerja lima tahun ke depan benar-benar menjawab kebutuhan organisasi dan anggotanya.
Ia berharap konferensi ini menghasilkan kepengurusan yang berintegritas, amanah, serta mampu memperkuat peran PGRI Kutai Timur dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerah. (adv)














































