SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menunjukkan perhatian terhadap peran relawan kebencanaan yang selama ini aktif membantu masyarakat saat terjadi musibah. Hal tersebut terlihat saat menerima audiensi Relawan Arizuan Kota Samarinda di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Kompleks Balai Kota Samarinda, Senin siang.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda, Hendra AH, Sekretaris BPBD Samarinda Romiansyah, serta sejumlah anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP). Suasana audiensi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam kesempatan itu, para relawan menyampaikan bahwa mereka telah aktif selama tiga tahun terakhir membantu penanganan kebakaran dan berbagai bencana di Kota Samarinda. Meski dihadapkan pada keterbatasan sarana, para relawan tetap hadir di lapangan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
Mereka juga menyampaikan harapan adanya dukungan peralatan operasional, terutama kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk kemungkinan hibah kendaraan yang masih layak digunakan.
Menanggapi hal tersebut, Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi atas dedikasi para relawan yang dinilai telah memberi kontribusi besar dalam membantu pemerintah merespons berbagai kejadian darurat di tengah masyarakat.
“Ini adalah kerja kemanusiaan yang luar biasa. Saudara-saudara bekerja tanpa pamrih, dan itu sangat kami hargai,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Wakil Wali Kota meminta Disdamkarmat dan BPBD berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) guna menelusuri peluang bantuan kendaraan, khususnya dari aset pemerintah yang masih layak pakai.
“Bukan berarti kita ingin memberikan yang bekas. Justru saya ingin yang baru. Namun kondisi anggaran saat ini belum memungkinkan. Yang penting kita upayakan agar relawan tetap bisa terbantu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disdamkarmat Samarinda, Hendra AH, mengakui bahwa relawan memiliki peran penting dalam penanganan di lapangan. Menurutnya, relawan kerap tiba lebih dahulu di lokasi kejadian dan melakukan penanganan awal sebelum tim resmi datang.
“Sinergi di lapangan sangat baik. Relawan ini bekerja dengan ikhlas, tanpa dibayar. Bukan karena mereka tidak bernilai, tetapi justru karena pengabdian mereka tidak ternilai,” ungkapnya.
Audiensi tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan relawan terus diperkuat. Pemerintah Kota Samarinda berharap sinergi ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat. (adv)














































