SAMARINDA – Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, menegaskan pentingnya disiplin kerja, efisiensi anggaran, dan profesionalisme aparatur dalam menjalankan roda pemerintahan. Hal tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Sekretariat Daerah di Ruang Mangkupelas, Balai Kota Samarinda, Senin (13/4/2026).
Rapat dihadiri para asisten serta seluruh kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah. Forum tersebut menjadi sarana konsolidasi internal untuk memperkuat kinerja organisasi di tengah dinamika keuangan daerah.
Dalam arahannya, Neneng menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan merupakan hasil kerja bersama yang ditopang komunikasi terbuka, kolaborasi, serta tanggung jawab seluruh perangkat daerah.
“Peran aktif, komunikasi terbuka, dan kolaborasi kuat menjadi kunci menghadirkan kinerja yang berkualitas dan berdampak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam pengelolaan administrasi, terutama pada bidang verifikasi dan keuangan. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan saat ini harus dipahami sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem kerja agar semakin tertib dan akuntabel.
“Pengawasan bukan beban, tetapi mekanisme untuk meningkatkan kualitas kerja. Jangan ada kelalaian sekecil apa pun,” tegasnya.
Selain itu, aparatur juga didorong memanfaatkan fasilitas coaching clinic di Inspektorat sebagai ruang konsultasi agar seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Asisten III Setda Samarinda, Ali Fitri Noor, menyampaikan bahwa tekanan terhadap keuangan daerah menuntut perubahan pola kerja yang lebih efisien. Ia menegaskan bahwa penggunaan anggaran harus terukur dan difokuskan pada program prioritas.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Efisiensi harus total, terukur, dan disiplin,” katanya.
Ia menjelaskan, penyesuaian anggaran dilakukan pada belanja nonprioritas seperti perjalanan dinas, kegiatan seremonial, serta konsumsi rapat, tanpa mengganggu hak aparatur.
“Gaji dan tunjangan tetap aman. Penyesuaian hanya pada belanja yang tidak penting,” jelasnya.
Asisten II Setda Samarinda, Marnabas Patiroy, menambahkan bahwa keterbatasan anggaran justru harus menjadi pemicu lahirnya inovasi dan kreativitas di lingkungan pemerintahan.
“Dalam keterbatasan, kualitas kita diuji. Kuncinya inovasi, kreativitas, dan adaptasi,” ungkapnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan publik, memperkuat sinergi antarperangkat daerah, serta memastikan program pembangunan tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan anggaran. (adv)














































