SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi dan ketersediaan bahan pokok. Hal tersebut disampaikan saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual dari Balai Kota Samarinda, Senin.
Rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri itu turut membahas evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah serta sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal. Kegiatan diikuti jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah se-Indonesia.
Dalam agenda tersebut, Saefuddin Zuhri didampingi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda, termasuk Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi nasional secara bulanan tercatat sebesar 0,41 persen dan tahunan 3,48 persen. Sementara itu, inflasi Kota Samarinda berada di angka 3,92 persen, masih di atas target nasional 3,5 persen, namun menunjukkan tren penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Wali Kota menekankan bahwa strategi pengendalian inflasi harus difokuskan pada dua aspek utama, yakni menjaga ketersediaan pasokan dan memastikan distribusi berjalan lancar.
Menurutnya, kelancaran distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga harga komoditas tetap terkendali di pasar. Karena itu, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar rantai pasok kebutuhan pokok tidak terganggu.
Selain itu, Saefuddin juga menyoroti kondisi lalu lintas di ruas Gunung Manggah, Sambutan hingga Palaran yang kerap mengalami kemacetan pada jam sibuk. Ia menilai persoalan tersebut turut memengaruhi arus distribusi logistik dan berpotensi berdampak pada harga barang.
Di sisi lain, Pertamina Samarinda memastikan belum ada perubahan harga bahan bakar minyak, baik subsidi maupun nonsubsidi. Ketersediaan LPG subsidi juga dilaporkan dalam kondisi aman.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Samarinda, sejumlah komoditas seperti daging sapi, cabai merah, dan bawang merah relatif stabil, meskipun sebagian harga masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Untuk memperkuat stabilitas harga, Pemerintah Kota Samarinda juga terus menjalin kerja sama antardaerah, mengingat Samarinda bukan wilayah penghasil utama sejumlah komoditas pangan.
Selain itu, inovasi digital melalui aplikasi pemantauan harga juga terus dikembangkan guna memberikan informasi harga yang cepat dan akurat kepada masyarakat.
Sementara itu, Perum Bulog Samarinda melaporkan stok beras medium mencapai 8.868 ton, beras premium 256 ton, serta Minyakita sebanyak 205.556 liter. Penyerapan gabah dari sejumlah wilayah juga terus dilakukan.
Menutup kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
“Ini menjadi evaluasi bersama. Dengan kerja sama dan langkah yang tepat, kita optimistis harga komoditas dapat tetap terjangkau dan stabil bagi masyarakat,” pungkasnya. (adv)














































