SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Kapakat Isen Mulang Kalimantan Timur (KIMKT) periode II masa bakti 2026–2031 yang digelar di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan peran organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga nilai budaya lokal.
Acara mengusung tema partisipasi warga Isen Mulang dalam pembangunan Kalimantan Timur dengan semangat pelestarian adat dan budaya sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kehadiran Wali Kota bersama istri disambut dengan tarian adat Giring-Giring yang menambah nuansa kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya daerah.
KIMKT merupakan wadah berhimpun warga Dayak asal Kalimantan Tengah yang berdomisili di Kalimantan Timur. Organisasi ini diharapkan terus berkembang sebagai ruang persatuan, penguatan identitas budaya, serta mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun juga ditunjuk sebagai Dewan Pembina KIMKT. Sementara kepengurusan baru periode 2026–2031 dipimpin oleh Firminus Mayon.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan. Menurutnya, pendidikan menjadi jalan utama untuk menciptakan perubahan dan meningkatkan daya saing masyarakat.
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Dari zaman ke zaman, tokoh-tokoh besar lahir karena pendidikan. Maka, jika ingin menjadi bagian dari perubahan, kuncinya adalah terus belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, KIMKT tidak hanya memiliki fungsi sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga berperan menjaga nilai, marwah, dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, filosofi Isen Mulang yang bermakna tekad dan pantang menyerah harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani mengambil peran dalam pembangunan.
“Kalau ingin menjadi pemain utama dan pengawal peradaban, maka satu kuncinya: sekolah, sekolah, dan sekolah,” tegasnya.
Andi Harun juga menilai keberagaman budaya merupakan kekuatan yang perlu dijaga sebagai modal kolektif dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing.
Di akhir kegiatan, Wali Kota menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat amanah, identitas, serta komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Kalimantan Timur yang inklusif dan berkelanjutan. (adv)














































