Kukar, Kompas.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan meraih predikat Utama Kota Layak Anak (KLA) pada 2026, melesat dari posisi saat ini di tingkat Madya. Untuk mewujudkan ambisi ini, Pemkab Kukar menggandeng dunia usaha guna memperkuat program pemenuhan gizi anak usia dini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Hero Suprayatno, menegaskan bahwa pencapaian predikat Utama KLA membutuhkan sinergi dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. “Komitmen membangun Kukar sebagai kota ramah anak bukan hanya tugas dinas atau kepala daerah, tapi tanggung jawab bersama. Semua pihak harus ikut bergerak, termasuk sektor swasta,” ujar Hero, Jumat (16/08).
Hero mengungkapkan, salah satu kelemahan yang masih dihadapi adalah rendahnya keterlibatan dunia usaha dalam program ramah anak. Untuk itu, DP3A berencana menginisiasi pertemuan dengan pengusaha telur guna mendorong lahirnya Gerakan Gemar Makan Telur Rebus (Gema Tebus). Program ini diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi anak usia dini, yang menjadi fondasi penting dalam pembangunan kota ramah anak. “Gizi yang baik adalah fondasi tumbuh kembang anak. Jika kita bisa memastikan kebutuhan ini terpenuhi, maka target Kukar sebagai kota ramah anak dapat lebih cepat terwujud,” tegas Hero.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Kukar untuk memenuhi indikator KLA, sekaligus mempercepat perbaikan gizi anak sebagai upaya menuju predikat Utama pada 2026. Dengan keterlibatan sektor swasta, Kukar optimistis dapat memperkuat jaringan dan mewujudkan lingkungan yang lebih ramah bagi anak.(adv)














































