Kukar – Bendungan Marangkayu yang baru saja rampung dibangun di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), bukan sekadar infrastruktur pengairan biasa. Dengan kapasitas tampung 12,37 juta m3 dan luas genangan 165 hektare, bendungan ini berpotensi mengairi lahan pertanian seluas lebih dari 1.000 hektare, sekaligus membuka peluang di sektor perekonomian dan pariwisata lokal.
Selain menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, bendungan ini berperan krusial dalam memperbaiki sistem irigasi yang selama ini menjadi tantangan utama para petani setempat. Bendungan Marangkayu, yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 109 Tahun 2020, dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda dengan memanfaatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Marangkayu seluas 134,3 km2. “Bendungan ini adalah solusi nyata untuk mendukung produktivitas pertanian. Air yang stabil berarti panen lebih pasti,” kata Camat Marangkayu, Ambo Dalle, pada Selasa (16/9/2025).
Manfaat bendungan ini melampaui sektor agrikultur. Dengan lanskap mempesona, suasana tenang, dan fasilitas seperti gazebo yang telah dibangun di sekitarnya, kawasan ini mulai dilirik sebagai destinasi wisata alam potensial. Ambo Dalle melihat peluang besar dari keindahan alam sekitar bendungan, yang bisa menjadi daya tarik wisata baru. “Pemandangannya luar biasa. Kalau dikelola dengan baik, tempat ini bisa menjadi magnet wisata yang menggerakkan roda ekonomi lokal,” ujarnya.
Meski pengelolaan saat ini belum sepenuhnya maksimal, optimisme tetap tinggi. Warga dan pemerintah kecamatan berharap kawasan ini dikembangkan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk rekreasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pelestarian lingkungan. “Kita tidak hanya bicara tempat wisata, tapi juga potensi lapangan kerja baru, peluang usaha kuliner, kerajinan, dan sebagainya. Ini bisa menjadi titik tumbuh ekonomi baru bagi Marangkayu,” tambahnya.
Lebih jauh, bendungan ini diharapkan menjadi simbol kemajuan dan kemandirian daerah, mendukung ketahanan pangan nasional serta penyediaan air baku untuk Kota Bontang dan Kukar. “Harapan kami, Bendungan Marangkayu bisa menjadi ikon baru yang tak hanya menghidupi pertanian, tapi juga memberi kehidupan baru bagi masyarakat,” pungkas Ambo Dalle.
Rampungnya Bendungan Marangkayu membuka babak baru bagi Kecamatan Marangkayu, mengintegrasikan manfaat irigasi, pengendalian banjir, dan pariwisata. Dengan pengelolaan yang tepat, infrastruktur ini berpotensi menjadi pilar utama dalam mewujudkan swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kutai Kartanegara.(adv)














































