Samarinda– Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Adam Sinte mendorong pemerintah memaksimalkan peluang bagi sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kaltim.
Menurutnya semenjak Titik Nol terbentuk, banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat itu. Dengan gambaran tersebut pembangunan IKN berpotensi besar membuka peluang bagi pelaku usaha untuk ikut ambil bagian.
“Ini kesempatan bagi masyarakat khususnya masyarakat lokal mengembangkan potensi yang ada untuk meningkatkan ekonomi,” ujarnya belum lama ini.
Lebih jauh ia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim agar mendukung hal tersebut. Pasalnya pelaku usaha yang tersentuh kebijakan pemerintah dapat meningkatkan peluang usahanya dengan baik.
Seperti mendirikan stand UMKM, menjual hasil kerajinan tangan masyarakat lokal untuk menjadi oleh-oleh. Selain itu menjajakan kuliner khas Kaltim, sehingga ketika pendatang baru berkunjung, berbagai produk sudah disiapkan.
Kendati demikian, ia belum bisa memastikan keuntungan yang diperoleh Kalimantan Timur sebagai kota terencana yang akan menggantikan Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia. Sebab, hingga saat ini pembangunan ibu kota masih dalam proses.
“Belum selesai, jadi kita belum tahu benefit apa yang didapatkan,” tambahnya.
Sejak Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo mengumumkan pemindahan IKN Nusantara tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar) sudah final sejak 26 Agustus 2019 lalu, upaya pemindahannya terus berproses.
Adam Sinte berharap, pemerintah ataupun masyarakat memaksimalkan dan menangkap peluang ini dengan mengembangkan inovasi dan promosi terhadap produk.
“Banyaknya usaha otomatis mempengaruhi pendapatan masyarakat juga,” tuturnya. (Mira/adv/dprdkaltim)














































