Bontang, linimasa.co – Resmi pimpin Bontang usai dilantik (26/4/2021) lalu, masyarakat Kota Taman gantungkan harapan untuk membangun Kota Bontang pada pasangan Basri-Najirah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2021-2024.
Diharapkan dalam era kepemimpinan baru ini bisa membangun Bontang menjadi lebih baik. Terlebih memberikan perhatian khusus kepada warga pesisir. Seperti Malahing, Tihi-tihi, Selangan dan Gusung yang notabennya bekerja sebagai nelayan.
Melihat kondisi tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Agus Haris meminta agar di kepemimpinan Basri – Najirah bisa mengubah tingkat kehidupan masyarakat yang menggantungkan rejekinya di laut tersebut bisa masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kondisi warga pesisir sangat rentan terhadap kemiskinan. Soalnya pada saat saya turun ke lokasi ketersedian air di sana saja sangat minim. Bahkan bangunan untuk di tempati sudah tidak layak digunakan,” jelasnya, Selasa (27/04/2021) usai menghadiri rapat paripurna.
Anggota legislatif jebolan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menuturkan, masyarakat pesisir mempunyai andil yang besar. Sebab, tanpa mereka kita tidak bisa mendapatkan asupan protein dari hasil tangkapan ikan yang mereka (nelayan) kerjakan. Sehingga, persoalan tersebut bisa dijadikan prioritas utama agar mereka mendapatkan kehidupan yang lebih layak lagi.
“Kalau bisa perbaikan dan pembinaan secara berkelanjutan diberikan juga kepada mereka. Termasuk memberikan bantuan berupa fasilitas-fasilitas yang memadai, jadi mereka bisa mendapatkan kehidupan yang layak,” imbuhnya.
Tak hanya itu, ia berharap dengan memberikan perhatian lebih terhadap warga pesisir bisa mengurangi kesenjangan antar warga yang bermukim di pesisir dan daratan. Serta diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam akses pelayanan publik bagi warga pesisir.
“Catatan penting untuk Pak Basri dan Bu Najirah. Semoga harapan warga pesisir dapat terwujudkan lah,” harapnya.













































