Samarinda, linimasa.co – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam akun Twitternya @HaedarNS mengunggah foto yang berjudul kerumitan dunia, juga bertuliskan imbauan agar pemeluk dan elit agama mesti hadir sebagai teladan kehidupan. Sabtu (26/12/20)
”Dunia itu rumit. Berhentilah merumitkan urusan keagamaan, hukum, politik, ekonomi dan ranah dunia lainnya agar kehidupan bersama tidak semakin sarat beban. Masalah umat, bangsa dan kemanusiaan semesta makin berat karena perebutan tafsir dan segala kepentingan,” tulisnya
Masih dalam akun yang sama Haedar Nashir juga mengimbau kepada siapapun yang tidak mampu memberikan solusi agar tidak menambah kerumitan yang telah ada.
”Jika tidak mampu memberikan solusi maka janganlah menambah rumit negeri. Pemeluk dan elit agama mesti hadir sebagai teladan kehidupan,” tulisnya
Dalam tulisan tersebut Haedar juga mengutip Firman Allah SWT Al Baqarah 183 yang artinya Tuhan mengajarkan umat menempuh jalan kemudahan dan menjauhi kesulitan.
Sebarkan semangat beragama yang damai
Beberapa waktu sebelumnya Haedar menceritakan hasil dari pembahasan utama pertemuan tokoh-tokoh lintas agama dunia yang digelar di Madrid, ia menekankan, semua tokoh agama dari semua agama sedang dalam gerakan menampilkan keberagamaan yang lurus, menampilkan teladan
Ia menjelaskan bahwa tokoh-tokoh agama, apapun agamanya, harus bisa menyebarluaskan semangat beragama yang damai, membawa pencerahan kemajuan, menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan merawat keberagaman. Semua itu menjadi komitmen baru dan komitmen global kini.
“Saya pikir, memang tokoh-tokoh agama dari semua agama harus lebih mengedepankan menampilkan teladan, uswah hasanah, ketimbang simbol. Uswah hasanah itu yang akan menjadi role model dalam keberagamaan yang maju dan yang mencerahkan,” kata Haedar dalam jumpa pers daring dan luring Munas Tarjih Muhammadiyah XXXI, Senin (23/11) lalu. dilansir dari laman Republika.co.id
Muhammadiyah, ujar Haedar, lebih konsen bagaimana agar agama dipraktekkan sejalan tindakan, lewat perilaku, langkah, perbuatan, yang membawa kehidupan jadi rahmatan lil alamin. Karenanya, rahmat itu tidak cuma diberikan bagi sesama umat beragama.
“Jangankan kepada sesama umat beragama, bahkan mereka yang mengaku tidak beragama atau mengaku tidak percaya Tuhan, itu memperoleh rahmat dari orang beragama, dari kita yang beragama, termasuk alam semesta,” ujar Haedar.
Bahkan, Haedar mengingatkan, Islam mengajarkan agar satu rumput saja tidak boleh tercabut dari tanah untuk sesuatu yang sia-sia.
“Karenanya, prinsipnya bagaimana agar Islam ditampilkan dalam uswah hasanah, oleh umat beragama maupun tokoh agama.” ujarnya












































