Tenggarong– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar menargetkan nol blank spot hingga akhir tahun 2022.
Hal tersebut merupakan salah satu implementasi dari program Kukar Idaman yakni pemantapan konektivitas jaringan. Lantaran tidak semua desa tercover dengan sinyal.
Kepala Diskominfo Kukar, Dafip Haryanto menyebutkan saat ini tersisa delapan desa di wilayah Kota Raja yang masih mengalami blank spot internet dan sudah tahap pelelangan.
“Kita fokus mengentaskan blank spot di 8 desa lagi, terlebih desa ini berada di daerah Terdepan, Tertinggal, Terpencil (3T),” ucapnya, Sabtu (19/11/2022).
Kata dia salah satu desa yang diupayakan mendapat layanan internet yakni Desa Muara Enggelam. Desa ini terletak di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kukar, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
“Kendalanya kita di desa ini, karena berada di atas laut jadi susah mendirikan Base Transceiver Station (BTS),” sebutnya.
Kendati demikian, pihaknya menggandeng Dinas Pekerjaan Umum (PU) membuat pondasi untuk pembangunan tower di wilayah tersebut. Agar semua desa di lingkup Pemkab dapat menikmati layanan internet.
Dafiv menjelaskan tercatat 23 desa yang menjadi fokus penanganan blank spot. 10 di antaranya merupakan kewenangan Kementerian Kominfo, sementara Kominfo daerah menangani 13 desa.
“Semuanya sudah dipasangkan stasiun pemancar atau repetaer,” ucapnya.
Program ini juga tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021 hingga 2026 mendatang, sesuai visi misi Bupati Kukar dan Wakil Bupati (Wabup) Kukar. (m)














































