Kutai Kartanegara – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperkuat tata kelola data industri daerah. Salah satu langkah nyatanya adalah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Data Industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), yang digelar di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Selasa (11/11).
Sebanyak 30 pelaku industri dari berbagai kecamatan seperti Tenggarong, Loa Kulu, Tenggarong Seberang, Anggana, dan Muara Jawa mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapat pendampingan langsung dari narasumber Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Timur.
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayyid Fathullah, menegaskan bahwa SIINas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk membangun industri yang terdata, transparan, dan efisien.
“SIINas merupakan amanat dari Permenperin Nomor 13 Tahun 2025. Platform ini dirancang agar pemerintah dapat memperoleh data industri yang akurat, terintegrasi, dan real-time untuk perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Menurutnya, masih banyak pelaku industri di daerah yang belum memahami mekanisme pelaporan digital tersebut. Karena itu, Bimtek ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong kepatuhan para pelaku usaha.
“Setelah pelatihan ini, peserta diharapkan bisa melakukan pelaporan secara mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, peserta dibimbing secara langsung mengenai cara mengakses, mengisi, hingga mengunggah data industri ke dalam sistem SIINas. Disperindag Kukar juga akan melakukan pendampingan dan monitoring lanjutan agar seluruh pelaku industri di wilayahnya aktif melapor.
Sayyid menilai, keberhasilan pelaksanaan SIINas di tingkat daerah akan mendukung terwujudnya database industri Kukar yang valid dan mutakhir.
“Langkah ini bagian dari upaya kita menuju industri daerah yang maju, tertib data, dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.
Dengan adanya sistem pelaporan digital seperti SIINas, pemerintah berharap dunia industri lokal dapat bertransformasi ke arah yang lebih modern, berbasis data, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.














































