PENAJAM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengembangkan aplikasi berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Empat aplikasi unggulan, yakni E-Office, SIMPERJADIN, Sim Pesan, dan eLPDB, kini berada di bawah pengelolaan Diskominfo PPU, dengan fokus integrasi dan peningkatan keamanan data.
Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Persandian (Aptika) Diskominfo PPU, Syafruddin Lamato, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengintegrasikan keempat aplikasi tersebut ke dalam satu server pusat yang dikelola oleh Diskominfo. Langkah ini diambil guna memudahkan pengelolaan aplikasi dan memperkuat keamanan data.
“Kami menyadari pentingnya keamanan data dalam era digital saat ini. Oleh karena itu, kami bekerja sama erat dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan keamanan seluruh aplikasi yang kami kelola,” kata Syafruddin, Selasa (15/10/2024).
Ia menjelaskan bahwa BSSN, sebagai lembaga yang berwenang dalam keamanan siber, secara berkala melakukan audit dan evaluasi terhadap sistem keamanan aplikasi yang dikelola Diskominfo PPU. Hal ini untuk mencegah potensi serangan siber seperti peretasan yang dapat membahayakan data pengguna.
“BSSN memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keamanan aplikasi kami. Jika ada indikasi ancaman atau serangan siber, mereka akan segera mengambil tindakan,” lanjutnya.
Sebagai contoh, Syafruddin menyebutkan insiden gangguan yang terjadi pada website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Diskominfo PPU beberapa waktu lalu. Saat itu, halaman website terganggu dengan munculnya iklan judi online secara tiba-tiba. Berkat respon cepat dari BSSN, gangguan tersebut berhasil diatasi dengan cepat, dan keamanan data pengguna tetap terjamin.
Selain fokus pada keamanan, Syafruddin juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PPU untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi yang telah disediakan oleh Diskominfo. Dengan pemanfaatan aplikasi ini, proses pelayanan publik dapat menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien.
“Kami berharap aplikasi-aplikasi ini memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan publik yang mereka butuhkan. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kami,” tutup Syafruddin.(adv)














































