KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menangani jaminan sosial dan berbagai persoalan kesejahteraan sosial di daerah. Upaya tersebut melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, lembaga swasta, serta partisipasi aktif masyarakat sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutim, Ernata Hadi Sujito, menegaskan bahwa penanganan jaminan dan kesejahteraan sosial tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam pelaksanaan dan pengawasan di lapangan, sementara dukungan dari sektor swasta dan masyarakat sangat diperlukan agar program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Ernata menjelaskan bahwa kolaborasi ini difokuskan pada penyelesaian berbagai permasalahan sosial, termasuk keberadaan gelandangan dan pengemis, serta fenomena pengemis berkedok badut jalanan yang kerap dijumpai di ruang publik. Selain berdampak pada persoalan sosial, kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan.
Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program pembinaan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial. Agar program tersebut tepat sasaran, Dinsos Kutim mengajak masyarakat untuk mendukung penanganan melalui mekanisme yang telah disiapkan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Ernata juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis atau badut jalanan. Kebiasaan tersebut dinilai justru dapat memperpanjang praktik mengemis dan membuka peluang terjadinya eksploitasi, terutama terhadap anak-anak.
Sebagai bentuk kepedulian yang lebih tepat, masyarakat dianjurkan menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi seperti panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial, atau yayasan sosial yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, membantu tetangga atau warga sekitar yang membutuhkan juga dinilai lebih efektif dalam memperkuat solidaritas sosial di lingkungan masing-masing.
Dengan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat, Dinsos Kutim optimistis permasalahan kesejahteraan sosial di daerah dapat ditangani secara bertahap. Partisipasi aktif seluruh elemen diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan sejahtera bagi masyarakat Kutai Timur. (adv)













































