KUTIM – Penanganan stunting di Kabupaten Kutai Timur terus diarahkan pada pendekatan berbasis data sebagai landasan utama dalam merumuskan program dan intervensi. Pemerintah Kabupaten Kutim bersama PT Kaltim Prima Coal (KPC) memperkuat sinergi dengan membekali Tim Pendamping Keluarga (TPK) terkait proses verifikasi dan validasi data Keluarga Risiko Stunting (KRS).
Sebanyak 50 TPK di Kecamatan Sangatta Utara mengikuti pembekalan yang digelar di Wisma Prima J-18 KPC Swarga Bara, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya DPPKB Kutim, Dinas Kesehatan, Bappeda, serta jajaran PLKB, sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B, menyampaikan bahwa data yang valid menjadi kunci keberhasilan seluruh intervensi stunting. Ia menilai, pendamping keluarga harus memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap kondisi sosial dan karakter keluarga sasaran agar data yang dihimpun benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan.
Selain akurasi data, pendekatan yang santun dan transparan juga ditekankan dalam proses pendataan. Menurutnya, kejelasan tujuan pendataan serta legalitas petugas lapangan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Di sisi lain, Superintendent CHE KPC, Febriana Kurniasari, menjelaskan bahwa pembekalan ini merupakan tahapan krusial sebelum pelaksanaan verval di lapangan. Standarisasi metode kerja dan pemahaman kader dinilai penting untuk menghindari kesalahan data serta penolakan dari masyarakat.
Febriana menambahkan, hasil verval data akan menjadi dasar penentuan bentuk intervensi yang paling relevan, sehingga bantuan yang diberikan tidak bersifat umum, melainkan sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap keluarga. KPC menegaskan perannya sebagai mitra pendukung pemerintah dalam program penurunan stunting, dengan tetap mengedepankan koordinasi lintas sektor.
Dengan penguatan kapasitas TPK dan kolaborasi yang berkelanjutan, Pemkab Kutim optimistis upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkontribusi pada terwujudnya generasi Kutai Timur yang sehat dan berdaya saing. (adv)














































