SAMARINDA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Samarinda kembali menyalurkan bantuan untuk masyarakat miskin ekstrem melalui program bedah rumah atau perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Sebanyak lima keluarga miskin ekstrem kategori desil satu di Kota Samarinda menerima bantuan renovasi rumah secara menyeluruh. Nilai bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp55 juta hingga Rp98 juta untuk setiap unit rumah.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada Rabu (9/9/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Samarinda membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki hunian yang lebih aman, sehat, dan layak.
Sebelum mendapatkan bantuan, kelima keluarga tersebut diketahui tinggal di rumah dengan kondisi bangunan yang mengalami kerusakan cukup berat. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.
BAZNAS Kota Samarinda tidak menetapkan besaran bantuan dengan nilai yang sama untuk setiap penerima. Anggaran disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan pembangunan berdasarkan hasil survei di lapangan.
Perbaikan dilakukan secara menyeluruh. Pekerjaan mencakup penggantian dan perbaikan atap, pembenahan dinding dan lantai, perbaikan struktur bangunan, hingga penyediaan serta pembenahan fasilitas sanitasi dan kebutuhan dasar permukiman.
Dengan pola tersebut, bantuan diharapkan tidak sekadar memperbaiki bagian rumah yang rusak, tetapi benar-benar menghasilkan hunian yang lebih aman dan layak ditempati oleh keluarga penerima.
Ketua BAZNAS Kota Samarinda, Ahmad Syahir Idris, mengatakan penetapan penerima bantuan dilakukan melalui proses verifikasi dan survei.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan bedah rumah diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan intervensi.
“Para penerima bantuan sebelumnya telah memenuhi berbagai syarat kriteria pengetasan kemiskinan. Tim kita telah melakukan survei ke setiap keluarga yang mendapatkan bantuan. Namun yang menjadi kunci utama adalah, rumah yang dibangun wajib memiliki surat yang sah,” ujar Ahmad Syahir Idris.
Menurut Ahmad, legalitas rumah atau lahan menjadi salah satu hal penting yang harus dipenuhi sebelum pembangunan dilakukan. Persyaratan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Program bedah rumah ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Kota Samarinda dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur.
Ahmad menjelaskan, sumber pembiayaan program berasal dari dana BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur yang kemudian didukung oleh kas BAZNAS Kota Samarinda.
“Untuk sumber dana ini sebagian berasal dari kas BAZNAS Kalimantan Timur kemudian sisanya dari kas kita sendiri. Kita harapkan bantuan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi para penerima,” tambah Ahmad.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH) sekaligus membantu pemerintah dalam menangani persoalan kemiskinan ekstrem di wilayah perkotaan.
Kebahagiaan bercampur haru dirasakan para penerima ketika melihat rumah mereka telah selesai dibangun.
Salah satunya dirasakan Jaiyah, salah seorang penerima bantuan bedah rumah. Ia mengaku telah lama memimpikan rumah yang aman dan layak untuk ditempati bersama keluarganya.
Selama tinggal di rumah lama, Jaiyah dan keluarganya kerap merasa cemas ketika hujan deras turun. Kondisi rumah yang tidak memadai membuat mereka khawatir mengalami banjir dan bahkan harus mengungsi ke rumah tetangga.
“Saya sudah sangat lama menanti memiliki rumah yang layak untuk ditempati bersama keluarga. Dulu, setiap kali hujan deras turun, kami selalu panik dan ketakutan pasti akan kebanjiran dan kami harus lari mengungsi ke rumah tetangga. Sekarang, alhamdulillah, kami akhirnya bisa bernapas lega dan tidur tenang tanpa diganggu tikus lagi,” tutur Jaiyah.
Kini, rumah yang telah diperbaiki memberikan rasa aman baru bagi Jaiyah dan keluarganya.
Program bedah rumah BAZNAS Samarinda mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Samarinda. Kehadiran program tersebut dinilai membantu mempercepat penanganan persoalan sosial dan kemiskinan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Hunian yang layak menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga. Rumah yang aman dan sehat tidak hanya memberikan perlindungan fisik, tetapi juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi kehidupan keluarga.
Melalui program ini, BAZNAS Samarinda berharap intervensi terhadap masyarakat miskin ekstrem dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Setelah menyelesaikan pembangunan lima unit rumah pada tahap ini, BAZNAS Kota Samarinda menargetkan program bedah rumah dapat terus dilanjutkan dan diperluas pada tahun-tahun mendatang.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu semakin banyak keluarga miskin ekstrem di Samarinda keluar dari kondisi hunian tidak layak sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan.(Axl)













































