Samarinda — Setelah sempat mengalami kekosongan Badan kepengurusan dan vakum selama dua tahun sejak berakhirnya masa bakti pengurus lama pada tahun 2024, Perkumpulan Rumah Flobamora Kalimantan Timur (PRFKT) kini resmi memasuki babak baru. Langkah strategis ini ditandai dengan digelarnya Rapat Dewan Pembina yang berlangsung khidmat pada Sabtu (3/10/2026).
Rapat Dewan Pembina tersebut diselenggarakan guna merespons kevakuman organisasi sekaligus merajut kembali semangat kebersamaan masyarakat diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bumi Etam. Hasil rapat secara resmi menetapkan struktur kepengurusan inti yang baru, yakni Felixianus Dosi Samon sebagai Ketua Umum, Arnold Moan Kiro sebagai Sekretaris, dan Oktofianus Siki sebagai Bendahara.
Ketua Dewan Pembina RFKT, Yustinus Alfonsus Selasa, mengungkap bahwa pembentukan badan pengurus inti ini merupakan langkah penting untuk menghidupkan kembali roda organisasi. Sementara itu, penyusunan struktur divisi dan seksi kepengurusan sepenuhnya diserahkan kepada jajaran pengurus inti yang baru terbentuk.
Dalam arahannya, Yustinus menegaskan harapannya agar kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Felixianus Dosi Samon dapat membawa organisasi maju dan tanggap terhadap kebutuhan warga NTT di Kalimantan Timur.
“Sebagai Dewan Pembina, kami mengharapkan organisasi ini lebih eksis ke depan. Bagaimana kita mengakomodir semua kepentingan warga NTT di Kalimantan Timur, membantu dan mengurus mereka, karena seyogianya fungsi organisasi adalah mengurus warga,” ujar Yustinus.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun sinergi dan kemitraan yang harmonis dengan pemerintah daerah maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Hal ini penting agar warga diaspora dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan Kalimantan Timur.
“Satu hal yang harus kita pegang teguh adalah pepatah Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita ingin keberadaan warga NTT betul-betul diterima dengan baik oleh warga asli dan seluruh elemen masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.
Berdasarkan data dan estimasi statistik, populasi warga diaspora NTT yang menetap di Kalimantan Timur diperkirakan mencapai 100 ribu jiwa atau sekitar 2 persen dari total penduduk Kaltim. Warga NTT tersebut tersebar di berbagai sektor pekerjaan, mulai dari tenaga kesehatan, pengacara, guru, pegawai negeri, karyawan swasta, hingga buruh di perkebunan kelapa sawit.
Menanggapi besarnya jumlah penduduk tersebut, kepengurusan baru kini memiliki pekerjaan baru dalam mendata seluruh masyarakat NTT yang ada di Kaltim (sensus internal) agar diperoleh data yang valid sebagai dasar penyusunan program kerja organisasi ke depan.
Ketua Umum PRFKT terpilih,Felixianus Dosi Samon, menyampaikan rasa syukur dan penghormatannya atas amanah yang diberikan oleh Dewan Pembina dan para leluhur. Menurutnya, tanggung jawab ini adalah amanah besar untuk menyatukan seluruh elemen diaspora NTT di Kaltim.
“Ini adalah amanah yang penuh tanggung jawab, bukan amanah yang mudah. Dengan semangat kebersamaan, kita akan memacu pikiran dan menggelar konsolidasi agar organisasi ini bangkit, berfungsi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat diaspora NTT,” kata Felix.
Terkait langkah konkret ke depan, Felix mengungkapkan bahwa pengurus inti akan segera menggelar rapat maraton untuk merampungkan jajaran kepengurusan tingkat provinsi. Setelah itu, pengurus provinsi akan melakukan perjalanan dinas atau konsolidasi ke kabupaten/kota se-Kalimantan Timur untuk membentuk kepengurusan cabang secara inklusif.
“Kita tidak ingin sekadar menunjuk, tetapi kita duduk bersama dengan teman-teman di daerah untuk membentuk kepengurusan cabang melalui komunikasi yang terbuka,” tambahnya.
Menanggapi dinamika dan perbedaan pandangan yang sempat terjadi dalam proses pemilihan, Felix menegaskan bahwa hal tersebut merupakan cermin dari rasa cinta terhadap organisasi.
“Saya tidak membawa semangat organisasi lama dan tidak membuat organisasi baru, tetapi menciptakan semangat baru, yaitu semangat penyatuan. Dinamika itu biasa dan justru membuat organisasi lebih hidup serta aspiratif,” terangnya.
Dukungan penuh juga mengalir dari jajaran Dewan Pendiri RFKT. Benediktus Benny Niron, salah satu pendiri yang hadir bersama Oktofianus Siki, menekankan pentingnya peran Rumah Perkumpulan Flobamora sebagai pilar utama dan tempat berteduh bagi paguyuban-paguyuban sub-etnis NTT yang ada di Kaltim.
“Kami mengapresiasi teman-teman yang masih memiliki kecintaan dan kepedulian tinggi terhadap Flobamora. Harapan kami kepada pengurus baru, kibarkanlah panji Flobamora hingga ke pelosok-pelosok Kalimantan Timur,” kata Benny
Benny mengakui bahwa perbedaan prinsip dan pandangan internal sempat menjadi tantangan tersendiri selama masa vakum dua tahun terakhir. Namun, ia optimistis kepengurusan baru mampu merajut kembali persatuan tersebut.
Senada dengan Benny, Oktofianus Siki menilai dinamika internal sebagai hal wajar yang justru memperkaya pengalaman organisasi. “Dinamika yang ada bisa kita jadikan pelajaran berharga untuk menyatukan langkah, sehingga Flobamora menjadi lebih kuat dan mampu bersinergi ke depannya,” pungkas Okto.
Penulis : Hendri














































