Bontang – Maraknya kendaraan pengangkut batubara mondar mandir di ruas jalan Bontang Lestari menarik perhatian anggota DPRD Bontang. Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina menuntut Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian menindak tegas keberadaan truk-truk pengangkut batu bara tanpa nomor polisi (nopol) di Bontang Lestari. Alasannya Ini agar pengemudi mendapat efek jera, dan tidak melanggar aturan.
“Ini kalau dibiarkan akan terus menerus, jadi harus ditindak tegas ini,” ujarnya kepada awak media
Berdasarkan hasil surveil lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada Maret lalu yang dipaparkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK), didapati puluhan truk tanpa nopol mengambil jalan milik publik sembari mengangkut batu bara. Truk itu disinyalir turut berkontribusi terhadap kerusakan 3 jalan utama di kawasan Bontang Lestari. Meliputi Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Moh Roem, dan Jalan Urip Sumoharjo.
“Ini kan membawa dampak buruk, bisa merusak jalan umum,” tegasnya
Amir Tosina juga mempertanyakan kehadiran terkait legalitas pengelola truk batu bara itu mengantongi izin dari pemerintah soal pemanfaatan jalan atau tidak. Meskipun Bontang Lestari ditetapkan sebagai kawasan indusri, namun khusus batu bara tentu ada pertimbangan khusus. Sebabnya, selain menindak truk tanpa nopol, Amir juga meminta Dishub dan Kepolisian mengusut perizinan mereka. Sekaligus memastikan batu bara yang dimuat legal atau ilegal; dari mana asalnya; dan ke mana tujuannya.
“Perlu jelas, apakah sudah punya izin pengangkutan batubara apa belum, yang dilalui kan bukan jalan untuk batubara tapi jalan umum,” ungkapnya
Adapun soal truk tanpa nopol beroperasi dibeberkan Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Bontang Bina Antariansyah kala dirinya mengikuti rapat bersama Komisi III DPRD Bontang, Senin (19/4/2021) lalu. Lanjutnya, fakta ini ditemui usai pihaknya melakukan survei lalu lintas harian rata-rata (LHR). Durasi survei 3 hari, 16-18 Maret. Mulai pukul 07.00-22.00 Wita. Survei hari perdana, Selasa (16/3/2021) dilakukan di Jalan Soekarno-Hatta. Hari kedua, Rabu (17/3/2021) di Jalan Moh Roem. Hari terakhir, Kamis (18/3/2021) di Jalan Urip Sumoharjo.
Ketiganya di Kelurahan Bontang Lestari dengan panjang jalur sekitar 22 kilometer. Hasil survei menunjukkan, total ada ribuan kendaraan yang melintasi ketiga jalan utama tersebut. Jenis kendaraan bervariasi. Mulai sepeda motor, angkot atau kendaraan roda empat pribadi, bus, mikro bus, truk dan trailer.
Total ada 2.814 kendaraan ringan melintasi Jalan Soekarno-Hatta, kendaraan berat 513. Di Jalan Moh Roem, ada 2.438 kendaraan ringan dan 435 kendaraan berat melintas. Sementara di Jalan Urip Sumoharjo, ada 979 kendaraan ringan, dan 224 kendaraan berat yang melintasi jalur tersebut. Ini data kendaraan untuk satu hari saja.
Dari ribuan ternyata banyak kendaran pengangkut batubara yang tidak memiliki nomor polisi atau plat














































