Kukar, linimasa.co – Setelah sebelumnya berhasil menanam padi dengan media tanam apung, Desa Muara Enggelam kembali menanam padi jenis premium. Padi yang ditanam secara terapung di desa yang terletak di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara ini merupakan beras merah.
Ketua Gabungan Kelompok Tani Panji Sejahtera, Usturi menjelaskan, pola tanamnya sama yakni secara terapung. Dia yakin tingkat keberhasilannya akan sama dengan jenis padi sebelumnya yang telah sukses di tanam.
“Di sini potensial sekali ditanam padi jenis apapun. Sehingga padi jenis beras merah ini saya optimis bisa tumbuh dengan baik,” kata Usturi yang mendampingi warga desa dalam proses penanaman, Jumat (19/3/2021).
Media tanam yang digunakan masih sama dengan media tanam sebelumnya. Bambu yang diikat membentuk segi empat, kemudian di tengahnya dipasang jaring untuk menahan tanah, menjadi media tanam.
“Bahannya mudah didapatkan di desa-desa yang ada di Kutai Kartanegara. Jadi siapa saja bisa bertani di atas perairan air tawar,” sambung Usturi.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, perawatan padi apung ini sederhana dan murah. Hanya perlu memperhatikan lalu lintas kapal yang menimbulkan ombak.
“Padi ternyata bisa stres kalau terus terkena ombak. Sehingga tumbuhnya agak terhambat. Tapi secara garis besar terbilang berhasil,” ucapnya.
Usturi juga meminta warga untuk mencegah hama lainnya seperti tikus. Selebihnya, tak ada gangguan berarti pada padi apung ini.
Desa Muara Enggelam merupakan desa tanpa daratan yang hidup dia atas perairan Danau Melintang. Penanaman padi apung ini menjadi media pembelajaran warga untuk mandiri memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Usturi yang bekerja secara swadaya ini juga mengajarkan menanam sayur-sayuran di atas air.
Pewarta Awal












































