KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kutai Timur resmi memulai pelaksanaan program Sekolah Lansia pada 2026. Program pendidikan nonformal tersebut diawali dengan proses pendaftaran dan pembekalan yang dipusatkan di Kecamatan Sangatta Utara.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia. Untuk memastikan partisipasi maksimal, pendaftaran dilakukan dengan metode jemput bola hingga tingkat desa, kelurahan, dan rukun tetangga (RT).
Hingga pertengahan Februari 2026, sebanyak 189 lansia telah terdaftar. Pemerintah menargetkan 200 peserta pada tahap awal pelaksanaan. Para peserta tersebar di empat lokasi, yakni Sekolah Lansia Sekar Kedaton (Desa Sangatta Utara) sebanyak 60 orang, Sekar Melati (Desa Swarga Bara) 50 orang, Bina Sehat (Desa Singa Gembara) 32 orang, serta Mawar (Kelurahan Teluk Lingga) 47 orang.
Sebagai bagian dari tahapan awal, DPPKB telah melakukan identifikasi, skrining kesehatan, dan pembekalan pada 11–13 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) bersama tutor dari SPNF SKB Kutim guna memastikan kesiapan peserta mengikuti proses pembelajaran.
Sekolah Lansia dirancang dengan kurikulum terstruktur yang mencakup aspek kesehatan fisik, mental, hingga pembinaan spiritual. Pemerintah daerah menggandeng berbagai tenaga profesional, mulai dari pakar gizi, dokter spesialis, psikolog, hingga tim ahli lainnya untuk mendukung kualitas pelaksanaan program.
Selain itu, pembinaan rohani turut menjadi bagian penting dalam kurikulum dengan melibatkan tokoh agama di bawah naungan Kementerian Agama Kutim. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani para peserta.
Program yang dibiayai melalui APBD Kutim 2026 ini tidak memungut biaya dari peserta. Kegiatan akan berlangsung selama 12 kali pertemuan. Lansia yang memenuhi minimal 80 persen kehadiran akan mengikuti prosesi wisuda Lansia S1 (Standar Satu) dan menerima ijazah kelulusan.
Ke depan, program ini direncanakan berkembang hingga jenjang lanjutan. Pemerintah daerah juga terus berkolaborasi dengan berbagai perangkat daerah, fasilitas kesehatan, serta unsur masyarakat guna memastikan keberlanjutan dan kesuksesan Sekolah Lansia di Kutai Timur. (adv)














































