Tenggarong – Disela-sela pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua, ada salah satu tradisi menarik yang layak untuk disimak. Tradisi tersebut adalah beseprah, tradisi sarapan massal yang diikuti berbagai lapisan masyarakat, Pejabat Daerah dan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama Kerabat Kesultanan.
Kegiatan ini sendiri berlangsung di Kawasan Museum Mulawarman Tenggarong, tepatnya di jalan Pangeran Diponegoro, Keluarahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Dalam Beseprah para hadirin duduk secara berkelompok mengelilingi hidangan yang telah disediakan. Dimasa lalu, Beseprah diselenggarakan Sultan yang berkuasa sebagai jamuan persembahan rakyatnya.
Jamuan tersebut menjadi simbolis harapan dan doa yang dipanjatkan oleh Sultan agar dapat menjadi pimpinan yang selalu mengayomi masyarakat.
Acara itupun sebagai perlambangan keinginan Sultan untuk membaur dan merasakan yang dirasakan oleh rakyatnya.

Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Sunggono mengapresiasi pelaksanaan beseprah, dimana tahun ini tradisi tersebut serta rangkaian acara Erau seluruhnya berjalan dengan lancar.
Melalui kegiatan itu juga, Sunggono meminta kepada seluruh pihak untuk memetik dan mengambil makna dari tradisi kerajaan kutai tersebut, yang telah diwarisankan oleh para leluhur terdahulu.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan baik, semoga kebersamaan ini terus terjaga dengan baik,” cetus Sekda Setkab Kukar, Sunggono, Kamis (29/9/2022).
Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin mengatakan, tradisi Kerajaan Kutai ini sudah berlangsung sejak lama hingga kini terus dilestarikan.
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga berharap, agar tradisi dan budaya Kerajaan Kutai terus dilestarikan meski perkembangan zaman kian modern.
“Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama hingga terus dilestarikan,” ungkap Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin.
Beseprah juga dapat dimaknai sebagai ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar sesama hingga menjalin kebersamaan.
Tradisi itu juga terdapat pesan moral bahwa seoramg pemimpin haruslah dekat serta membaur dengan semua rakyatnya.
Pewarta Fai














































