Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalu Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan dengan mengangkat tema Menuju Perpustakaan Terakreditasi. Kegiatan ini sendiri berlangsung di Aula Hotel Grand Fatma Tenggarong dan dibuka secara resmi oleh Asisten II Setkab Kukar Wiyono, yang ditandai dengan penyematan tanda peserta, Senin (10/10/2022).
“Tujuan kegiatan ini untuk peningkatan kapasitas pustakawan dan pengelola perpustakaan dalam meningkatkan mutu perpustakaan sesuai dengan standar nasional perpustakaan,” ungkap ketua panitia pelaksana, Sigit Imam Prasetyo.
Lebih lanjut Sigit Imam Prasetyo menjelaskan, Bimtek ini juga untuk mengetahui posisi kinerja pengelolaan, citra perpustakaan dan lembaga akan naik apabila hasil akreditasi makin tinggi hingga memastikan perpustakaan dikelola secara tertib, teratur dan professional.
“Untuk jumlah peserta sebanyak 40 orang, danBimtek ini akan berlangsung dari 10 hingga 14 Oktober 2022,” jelas Sigit Imam Prasetyo.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kutai Kartanegara Ahyani Fadianur Diani mengatakan, kegiatan Bimtek Pengelolaan Perpustakaan ini, adalah ikhtiar untuk terwujudnya perpustakaan yang terakreditasi.
“Hal itu sesuai dengan amanat undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan,” terang Ahyani Fadianur Diani.
Ahyani Fadianur Diani juga menegaskan, untuk mendukung peran perpustakaan dan tenaga perpustakaan/pustakawan agar dapat terlaksana secara maksimal diperlukan SDM perpustakaan yang handal dan memiliki tanggung jawab penuh terhadap perpustakaan yang dikelola karena tenaga perpustakaan dan pustakawansebagai ujung tombak.
“Dalam pengelolaan perpustakaan perlu dibekali dengan penguatan literasi tentang kepustakawanan agar kualitas penyelenggaraan perpustakaan dapat berjalan sesuai harapan,” cetus Ahyani Fadianur Diani.
Di tempat yang sama, Asisten II Setkab Kutai Kartanegara Wiyono mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh dinas kearsipan dan perpustakaan kukar. Dan diharapkan semakin banyak perpustakaan yang terakreditasi sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas yang lebih baik lagi.
“Harapanya semakin banyak perpustakaan yang terakreditasi, agar lebih berkualitas dan lebih baik lagi,” tegas Wiyono.
Tak hanya itu, Wiyono juga mengaku senang, pasalnya saat ini sudah ada 40 perpustakaan yang terakreditasi. Meski jumlah tersebut sangat selisih jauh dari total perpustakaan yang ada di Kutai Kartanegara.
“Mudahan dengan Bimtek ini, semoga para pustakawan dapat meningkatkan literasinya serta pengetahuannya untuk pengelolaan perpustakaan,” tutup Wiyono. (fai-Adv)














































